Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln dijadwalkan tiba di Thailand pada hari Selasa (1/9). Ini merupakan kunjungan pelabuhan pertama bagi 5.000 awaknya sejak November tahun lalu.
Kota resor Pattaya, tujuan liburan dan rekreasi bagi pasukan AS sejak Perang Vietnam tersebut, telah meningkatkan keamanan saat bersiap menyambut para pelaut dan Marinir dari USS Abraham Lincoln.
“Sekitar 600 petugas akan memberikan keamanan dan bantuan lain yang diperlukan,” kata gubernur setempat, Narit Niramaiwong, dikutip kantor berita AFP, Selasa (1/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal bertenaga nuklir itu meninggalkan California, AS pada November 2025 untuk bertugas di Laut China Selatan dan dialihkan ke Timur Tengah, sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai enam bulan lalu.
Laporan tentang memburuknya kondisi kapal dan kesehatan mental awak di atas kapal tersebut, termasuk percobaan bunuh diri awaknya, telah menjadi berita utama di Amerika Serikat, yang memicu kritik terhadap perang Presiden Donald Trump melawan Iran.
Wali Kota Pattaya, Poramase Ngampiches, mengatakan kapal induk AS itu akan berlabuh tepat setelah tengah malam (sekitar pukul 17.01 GMT pada hari Selasa) di pelabuhan Laem Chabang.
Sekitar 40 bus telah disiapkan untuk mengangkut para pelaut AS itu ke Pattaya dan kembali secara bertahap hingga kapal induk berangkat pada hari Minggu mendatang.
“Mereka datang untuk bersantai karena sudah hampir 280 hari sejak tak satu pun turun ke darat,” kata Poramase dalam sebuah unggahan di Facebook.
“Persiapan kami akan fokus pada keselamatan dan memastikan harga yang adil, sehingga kami tidak mengambil keuntungan dari mereka,” imbuhnya.
Pataya yang dulunya merupakan desa nelayan yang tenang, berubah karena Perang Vietnam pada tahun 1960-an, ketika para tentara AS yang sedang cuti mulai datang untuk beristirahat dan rekreasi.
Kota tersebut sejak itu menjadi sangat populer di kalangan wisatawan asing, dikenal karena pantainya dan kehidupan malamnya yang telah lama menarik perhatian karena pariwisata seks.
Poramase mengatakan kepada AFP, bahwa baru-baru ini terjadi penertiban terhadap pekerja seks. Namun, dia membantah bahwa hal itu terkait dengan kedatangan tentara AS.
Lihat juga Video ‘Menhan AS Pete Hegseth Bantah Laporan Kondisi Buruk Awak USS Lincoln’:
Halaman 2 dari 2
(ita/ita)