Teheran

Kepala badan nuklir Iran, Mohammad Eslami, batal menghadiri konferensi tahunan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang digelar di Wina, Austria. Otoritas Teheran menyebut Eslami dicegah oleh Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri konferensi tersebut.

Laporan media pemerintah Iran, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (14/9/2026), menyebut kehadiran Eslami dalam konferensi yang digelar pada Senin (14/9) waktu setempat itu ditentang keras oleh Washington, yang sedang berperang melawan Iran.

“Mohammad Eslami dan delegasinya terbang ke Wina menggunakan penerbangan reguler pada Sabtu (12/9), namun terhambat di tengah perjalanan akibat gangguan dari Amerika Serikat,” demikian dilaporkan televisi pemerintah Iran.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Eslami telah kembali ke Teheran, ibu kota Iran, usai gagal menghadiri konferensi tersebut. Ini menjadi momen pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Iran tidak menghadiri Konferensi Umum IAEA.

Sumber pejabat Iran menyebutkan bahwa Eslami dilarang melakukan perjalanan internasional. Eslami secara resmi menjabat sebagai Wakil Presiden Iran untuk urusan nuklir dan kepala Organisasi Energi Atom Iran.

Secara terpisah, laporan Bloomberg, yang mengutip seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya, menyebutkan bahwa dicegahnya Eslami untuk menghadiri konferensi IAEA itu merupakan akibat tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Eslami sebelumnya dijadwalkan berpidato dalam konferensi tersebut, namun menurut pejabat AS itu, otoritas Austria menolak memberikan izin masuk kepadanya.

Juru bicara pemerintah Austria menolak untuk memberikan komentar, dan meminta pertanyaan disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri.

Bloomberg melaporkan bahwa perwakilan Iran dengan jabatan lebih rendah masih akan berpidato dalam konferensi IAEA tersebut. Namun ketidakhadiran Eslami berarti salah satu pejabat nuklir paling senior Teheran tidak akan berbicara dalam pembukaan konferensi tahunan tersebut.

Keputusan Austria itu, menurut pejabat AS yang dikutip Bloomberg, diambil menyusul tekanan AS menolak memberikan pengecualian sanksi bagi Eslami, yang diminta oleh PBB, yang sedianya akan mengizinkan dia memasuki negara tersebut.

Halaman 2 dari 2

(nvc/ita)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *