Yerusalem

Otoritas Yerusalem melaporkan bahwa nyaris 600 pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada Minggu (14/9) waktu setempat. Pada saat yang sama, otoritas Israel membatasi akses warga Palestina ke situs suci bagi umat Muslim itu, terutama selama perayaan Tahun Baru Yahudi.

Laporan Otoritas Kegubernuran Yerusalem, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (14/9/2026), menyebutkan bahwa sebanyak 593 warga Israel menyerbu masuk ke dalam kompleks suci itu melalui Gerbang Dung atau Bab al-Maghariba pada hari kedua perayaan hari raya Yahudi.

Disebutkan bahwa aksi penyerbuan itu berlangsung dalam dua sesi, yakni sesi pagi dan sesi sore, di bawah perlindungan pasukan Israel.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Dalam pernyataan terpisah, Otoritas Kegubernuran Yerusalem melaporkan bahwa otoritas Israel membatasi akses untuk masuk ke Masjid Al-Aqsa saat salat Subuh pada Minggu (13/9) waktu setempat. Para jemaah Palestina hanya diperbolehkan masuk melalui Gerbang Hutta dan Gerbang Rantai.

Otoritas Israel, menurut Otoritas Kegubernuran Yerusalem, juga memberlakukan pembatasan usia bagi jemaah Palestina. Namun, para tentara Israel yang berjaga di pos pemeriksaan menolak untuk mengungkapkan kelompok usia mana saja yang diizinkan masuk.

Pembatasan semacam itu menghalangi banyak jemaah Palestina untuk mencapai kompleks Masjid Al-Aqsa, sedangkan sebagian kecil jemaah yang berhasil tiba di lokasi terpaksa melaksanakan salat di area gerbang.

Pembatasan itu bertepatan dengan seruan dari kelompok-kelompok Yahudi yang mengusung agenda untuk meningkatkan aksi penyerbuan ke kompleks Masjid Al-Aqsa selama perayaan hari raya Yahudi.

Otoritas Kegubernuran Yerusalem menyebut aksi semacam itu merupakan bagian dari eskalasi berkelanjutan yang menargetkan masjid suci tersebut selama musim liburan Yahudi, yang disertai meningkatnya jumlah perintah yang melarang warga Palestina memasuki lokasi tersebut.

Disebutkan bahwa sekitar 850 perintah pembatasan semacam itu tercatat sejak awal tahun ini.

Musim liburan Yahudi dimulai dengan Rosh Hashanah pada 12-13 September, yang berlanjut dengan Yom Kippur pada 21 September, dan diikuti oleh Sukkot dari 26 September hingga 2 Oktober dan Simchat Torah pada 3 Oktober.

Otoritas Kegubernuran Yerusalem juga melaporkan bahwa para pemukim Israel berupaya memaksakan pelaksanaan ritual keagamaan mereka “dengan kekerasan” di area sekitar masjid dan di gerbang-gerbangnya. Mereka memperingatkan adanya upaya menciptakan “realitas baru” dan mengikis identitas Islam di situs suci itu.

Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Muslim. Bagi umat Yahudi, kompleks suci itu disebut sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci, yang diklaim sebagai lokasi dua kuil Yahudi pada zaman kuno.

Menurut status quo yang diberlakukan sejak lama, umat Yahudi diperbolehkan berkunjung, namun dilarang melakukan ritual keagamaan atau berdoa di dalam kompleks suci tersebut.

Halaman 2 dari 2

(nvc/ita)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *