Singapura berencana menggabungkan Pulau Semakau, Pulau Bukom, dan Pulau Sudong menjadi satu pulau dengan proyek reklamasi. Penggabungan 3 pulau tersebut untuk mendukung generasi industri baru, berikut profil ketiga pulau tersebut.
Dirangkum detikcom, Selasa (25/8/2026), awalnya rencana itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lawrence Wong, dalam rapat umum Hari Nasional Singapura 2026, Minggu (23/8) waktu setempat sebagaimana dilansir Channel News Asia dan The Straits Times.
Wong menyebut pulau baru yang terletak di selatan Pulau Jurong ini juga dapat menampung infrastruktur pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan Singapura di masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ini adalah rencana jangka panjang. Kami sedang mempelajarinya dengan cermat,” kata Wong.
Wong menyinggung pulau buatan Singapura yakni Pulau Jurong yang telah menjadi pusat energi dan kimia global. Beberapa pulau lepas pantai secara bertahap digabungkan melalui reklamasi lahan untuk memberi jalan bagi industri petrokimia Singapura.
“Proyek ini menciptakan banyak lapangan kerja yang baik. Proyek ini memperkuat industri-industri penting di sini. Proyek ini menjadikan Singapura sebagai simpul penting dalam aliran energi global. Semua itu telah memperkuat keamanan dan ketahanan energi kita – sesuatu yang telah kita saksikan berulang kali, terutama baru-baru ini di tengah gejolak di Timur Tengah,” kata Wong.
Semakau adalah lokasi satu-satunya tempat pembuangan sampah di Singapura, sementara Bukom memiliki kilang minyak pertama di negara itu. Sedangkan Pulau Sudong memiliki landasan pacu yang digunakan oleh Angkatan Bersenjata Singapura saat keadaan darurat. Pulau-pulau ini, bersama dengan beberapa pulau kecil lainnya, dapat membentuk daratan baru.
Wong mengatakan pulau itu tidak akan terbatas pada industri petrokimia saja. Dia menyebut pulau itu dapat mendukung generasi industri baru, termasuk manufaktur canggih.
Berikut ini profil ketiga pulau tersebut dilansir Singapore’s National Library Board (NLB).
Pulau Semakau
Pulau Semakau dikenal sebagai salah satu pulau di sebelah selatan pulau utama Singapura.
Pulau Semakau dulunya merupakan lokasi bagi sebuah desa Melayu di sisi barat pulau serta sebuah desa kecil Tionghoa di ujung barat daya. Pulau ini digabungkan dengan Pulau Seking (yang juga dikenal sebagai Pulau Sakeng) pada tahun 1990-an untuk membentuk tempat pembuangan akhir (TPA) lepas pantai pertama di Singapura. TPA tersebut mulai beroperasi pada bulan April 1999.
Pulau Bukom
Sementara itu, Pulau Bukom terletak 5,5 km di sebelah barat daya daratan utama Singapura. Pulau Bukom yang juga dieja ‘Bukum’ menjadi lokasi fasilitas terpadu minyak dan petrokimia yang mencakup sarana produksi bahan bakar, minyak dasar pelumas, dan bahan kimia khusus.
Pulau ini dikenal sebagai Pulau Bukom Besar hingga tahun 1995, ketika kata “Besar” secara resmi dihapus dari namanya. Berkat serangkaian pengembangan dan pekerjaan reklamasi lahan, kompleks petrokimia tersebut kini membentang melintasi gugusan pulau yang meliputi Bukom Besar, Bukom Kechil, Pulau Ular, dan Pulau Busing.
Pulau Sudong
Pulau ini terletak di lepas pantai selatan Singapura. Pulau Sudong diklasifikasikan sebagai salah satu Pulau Barat dalam Rencana Konsep tahun 1997 yang disusun oleh Urban Redevelopment Authority.
Sebuah survei Selat Singapura tahun 1946 mendeskripsikan pulau ini memiliki ketinggian sekitar 55 kaki hingga ke puncak pepohonan. Pulau ini terletak di ujung timur gugusan terumbu karang luas yang permukaannya muncul ke permukaan air (mengering) setinggi satu hingga lima kaki saat air surut.
Pada tahun 2013, luas pulau ini tercatat sebesar 208,5 hektare. Sejak tahun 1980-an, pulau ini telah ditetapkan sebagai kawasan latihan penembakan dengan peluru tajam oleh Angkatan Bersenjata Singapura.
Lihat juga Video: Upaya Bumi, KPC, Arutmin Reklamasi Lahan untuk Kembalikan Ekosistem
Halaman 2 dari 2
(yld/idn)