Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tidak menyesali keputusan untuk memulai perang dengan Iran, terlepas dari dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap pemilu sela pada November mendatang.
Trump, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Jumat (11/9/2026), menegaskan akan melakukan hal yang sama, jika diberi kesempatan untuk mengulanginya lagi.
“Saya tidak percaya pada kata ‘penyesalan’. Anda mungkin sesekali mempertanyakan diri sendiri,” kata Trump dalam wawancara dengan host Fox News, Laura Ingraham, ketika ditanya apakah dirinya menyesali perang melawan Iran mengingat dampaknya terhadap pemilu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jika saya harus melakukannya lagi, saya akan melakukan hal yang persis sama,” cetus Presiden AS tersebut dalam wawancara dengan program “The Ingraham Angle” yang disiarkan pada Kamis (10/9) waktu setempat.
Lebih lanjut, Trump menepis anggapan soal sebagian pendukungnya kecewa dan kehilangan semangat akibat perang yang tak kunjung berakhir tersebut.
“Saya pikir mereka tidak kehilangan semangat. Saya rasa mereka sangat bangga atas fakta bahwa saya tidak membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” ujarnya.
Perang melawan Iran yang dimulai pada akhir Februari lalu, telah memasuki bulan ketujuh dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sedikitnya 18 personel militer AS tewas akibat serangan pembalasan Iran di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak dan bahan bakar akibat perang AS melawan Iran telah menjadi isu utama bagi Partai Republik menjelang pemilu sela.
Menurut American Automobile Association (AAA), harga bensin di AS rata-rata mencapai US$ 4,22 per galon pada Rabu (9/9). Angka tersebut tercatat naik dari harga US$ 4,01 sebulan sebelumnya, dan harga US$ 3,19 setahun lalu.
Trump Bilang Perang Iran Bisa Berakhir Sebelum November
Trump, dalam wawancara terpisah dengan NewsNation, mengatakan bahwa perang melawan Iran bisa berakhir sebelum pemilu sela digelar pada 3 November mendatang. Dia melontarkan pernyataan tersebut setelah sehari sebelumnya memprediksi perang akan berakhir tepat setelah pemilu sela digelar.
“Saya tidak tahu apakah mereka (Iran-red) akan mampu bertahan. Namun, masalah ini akan selesai setelah pemilu. Atau mungkin lebih cepat,” kata Trump dalam wawancara via telepon dengan media NewsNation, seperti dilansir Middle East Monitor.
Trump menyinggung soal tekanan ekonomi AS yang semakin meningkat terhadap Iran dalam konteks pernyataannya pada Kamis (10/9) tersebut.
Sehari sebelumnya, atau pada Rabu (9/9), Trump menyatakan bahwa perang melawan Iran akan “berakhir segera” setelah pemilu sela digelar. Trump juga menuduh Teheran berupaya mempengaruhi pemilu sela AS, yang akan menentukan apakah Partai Republik, yang menaungi Trump, dapat mempertahankan dominasi atas Kongres.
Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)