Pesawat kepresidenan Amerika Serikat (AS), Air Force One, hadiah dari Qatar kembali bermasalah. Perjalanan Presiden AS Donald Trump pun ikut tertunda.
Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan soal aspek keselamatan pesawat kepresidenan baru AS hadiah Qatar itu.
Trump mulai terbang menggunakan Air Force One baru itu pada 1 Juli setelah menerima hadiah pesawat itu dari Qatar tahun lalu. Baru-baru ini, Trump mengumumkan bahwa pengerjaan meningkatkan keamanan pada pesawat itu akan dimulai pada Oktober dan akan memakan waktu dua bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluncuran Darurat Tiba-tiba Terbuka
Insiden terbaru, perosotan atau seluncuran darurat di pesawat Air Force One tiba-tiba terbuka. Peristiwa ini terjadi di Joint Base Andrews sebelum Trump terbang ke Dallas untuk menghadiri Konvensi Partai Republik pada Rabu (9/9) waktu setempat.
Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (11/9/2026), perosotan darurat itu aktif tiba-tiba dan terkembang sesaat sebelum Trump dijadwalkan naik pesawat. Imbasnya, Trump harus menunggu cukup lama di dalam helikopter kepresidenan AS, Marine One, sebelum menaiki pesawat.
Trump mengatakan para petugas sedang memeriksa salah satu perosotan darurat dari Boeing 747 yang terbuka secara tidak sengaja. Perosotan pesawat itu biasa digunakan untuk evakuasi darurat.
“Mereka sedang memeriksa seluncuran itu di sini, dan menurut saya itu akan memakan waktu 15 menit,” kata Trump kepada wartawan di landasan sebelum menaiki pesawat.
Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa “personel militer secara tidak sengaja mengaktifkan perosotan darurat itu”.
Ketika ditanya oleh wartawan apakah dirinya yakin pesawat itu aman untuk terbang, Trump menjawab: “Iya, saya yakin, kalau tidak, saya tidak akan menaikinya.”
Insiden yang membuat Trump menunggu itu memberi kesempatan bagi para wartawan untuk melihat perosotan darurat yang membentang di sisi kanan Air Force One. Perosotan darurat kemudian segera dipindahkan dari lokasi.
“Sebagaimana disampaikan oleh presiden, seluncuran tersebut telah diperiksa untuk memastikan semuanya berfungsi dengan sempurna,” ujar Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung.
Isu Aspek Keselamatan
Aspek keselamatan pesawat Air Force One baru AS itu telah berulang kali dipertanyakan. Isu ini memuncak dalam sebuah insiden dramatis di Turki usai menghadiri KTT NATO pada Juli lalu.
Saat itu Trump diam-diam beralih menggunakan pesawat lainnya di tengah kekhawatiran terkait keamanan, saat perang melawan Iran masih berlangsung. Trump diam-diam menggunakan penerbangan rahasia saat meninggalkan Turki.
Informasi ini, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Selasa (11/8), dilaporkan oleh media terkemuka AS, The Washington Post, yang mengutip keterangan seorang pejabat AS yang tidak disebut namanya dan sejumlah sumber yang mengetahui penerbangan rahasia Presiden AS tersebut.
Trump pada saat itu terbang ke Ankara, Turki menggunakan pesawat jet hadiah dari Qatar, yang dimodifikasi menjadi Air Force One yang baru. Namun ketika meninggalkan Turki, dia menggunakan pesawat Air Force One yang lama, yang sempat memicu pertanyaan.
Laporan The Washington Post mengungkapkan bahwa Trump memang awalnya tampak menaiki pesawat jumbo kepresidenan AS, Air Force One, versi lama di hadapan kamera televisi di Ankara, ibu kota Turki.
Namun beberapa menit kemudian, Trump dipindahkan secara diam-diam ke dalam pesawat militer jenis C-32A milik Angkatan Udara AS, yang berukuran lebih kecil, dengan menggunakan truk katering bandara. Operasi pengelabuan semacam ini dipicu oleh adanya ancaman kredibel terhadap keselamatan Trump.
Halaman 2 dari 2
(jbr/idn)