Jakarta

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak akan memaksa Iran ke meja perundingan. Trump pun menyerukan rakyat Iran untuk “bangkit dan berjuang.”

“Saya tidak mencoba memaksa Iran ke meja perundingan,” kata Trump dalam sebuah unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social. “Saya tidak peduli jika mereka menandatangani perjanjian yang tidak berharga bagi mereka. Saya lebih menyukai posisi kita sekarang,” katanya. Trump menambahkan bahwa AS hampir sepenuhnya mengendalikan Selat Hormuz dan bahwa ekonomi Iran “benar-benar kolaps.”

“Mereka hanya memainkan hal yang tak terhindarkan. Kapan rakyat Iran akan bangkit dan berjuang?” ujar Trump, dilansir kantor berita AFP, Rabu (2/9/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Komentarnya muncul ketika militer AS mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru mereka terhadap Iran. Militer AS mengatakan bahwa mereka telah menyerang target-target Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), seiring perang Iran meningkat setelah baku tembak akhir pekan lalu.

Pasukan AS menyerang target-target IRGC “termasuk situs pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan pemasangan ranjau, dan situs komunikasi,” tulis Komando Pusat AS (CENTCOM) di media sosial X.

Usai melancarkan serangan itu, pemerintah AS mengeluarkan peringatan keamanan baru bagi warganya yang ada di kawasan Timur Tengah. Otoritas Washington mengimbau warganya di kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan.

Peringatan keamanan terbaru itu, seperti dilansir Al Arabiya dan Middle East Monitor, Rabu (2/9/2026), dirilis untuk hampir seluruh Kedutaan Besar AS yang ada di kawasan Timur Tengah, termasuk di Israel, pada Selasa (1/9) waktu setempat.

“Akibat ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga,” kata Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dalam peringatan keamanannya.

“Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan dan mewaspadai kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan,” demikian bunyi imbauan Departemen Luar Negeri AS.

“Warga Amerika yang bepergian dari dan ke kawasan tersebut harus memantau informasi mengenai operasional bandara dan maskapai penerbangan,” imbuh imbauan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS memperingatkan kemungkinan serangan menargetkan kepentingan AS di luar negeri. Disebutkan bahwa fasilitas-fasilitas diplomatik AS, termasuk yang di luar Timur Tengah, telah menjadi target.

“Iran dan kelompok-kelompok pendukungnya dapat menargetkan kepentingan AS di luar negeri atau lokasi-lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat dan warga Amerika di seluruh dunia, termasuk bisnis AS dan institusi lainnya,” kata Departemen Luar Negeri AS dalam peringatan keamanannya.

Halaman 2 dari 2

(ita/ita)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *