Jakarta

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan akan adanya pembalasan keras terhadap musuh-musuh Israel jika mereka melancarkan serangan, sembari memuji penghancuran jaringan terowongan Hizbullah di Lebanon selatan baru-baru ini. Ia memastikan akan ada balasan yang jauh lebih berat kepada mereka.

Dilansir AFP, Selasa (15/9/2026), Netanyahu menyatakan bahwa penghancuran posisi Hizbullah oleh Israel di punggung bukit Beaufort dan Ali al-Taher merupakan “kemenangan besar” dan berjanji untuk “terus menghancurkan infrastruktur teroris”.

“Saya katakan kepada musuh-musuh kami: Jika kalian belum juga belajar dari pengalaman sejauh ini, dan kalian memilih untuk menyerang kami lagi, kalian akan menerima pukulan yang jauh lebih berat. Masih ada tugas yang harus diselesaikan,” kata Netanyahu, sebagaimana terlihat dalam video yang dirilis oleh kantornya.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada hari Kamis, Israel meledakkan apa yang mereka gambarkan sebagai jaringan terowongan luas di bawah punggung bukit Ali al-Taher; di lokasi tersebut, Hizbullah menyimpan pusat komando, tempat tinggal, serta persediaan senjata yang ditujukan untuk menyerang wilayah utara Israel dan pasukan Israel yang melakukan invasi.

Bola api raksasa terlihat di area tersebut, dan Survei Geologi AS (USGS) mencatat adanya getaran yang setara dengan gempa berkekuatan magnitudo 4,1.

Ledakan itu terjadi seminggu setelah pasukan Israel menyatakan telah menguasai dataran tinggi strategis tersebut dalam upaya memperkuat kendali atas “zona keamanan” di Lebanon selatan.

Israel menyatakan bahwa jaringan terowongan itu dibangun selama dua dekade dengan bantuan Iran-pihak pendukung utama Hizbullah-yang pemerintahan ulamanya juga mendukung Hamas di Jalur Gaza.

Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada akhir Februari, yang memicu perang di Timur Tengah.

Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam konflik yang lebih luas ketika mereka menembakkan roket ke arah Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran.

Israel telah melancarkan serangan ke Lebanon selatan selama perang berlangsung, dan pasukannya terus menduduki wilayah yang mereka sebut sebagai “zona keamanan” di sana.

Punggung bukit Ali al-Taher terletak di tepi zona keamanan Israel, hanya beberapa kilometer dari Kastil Beaufort-situs yang terdaftar dalam warisan dunia UNESCO dan merupakan lokasi strategis lain yang direbut Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Israel dan Lebanon menandatangani perjanjian kerangka kerja yang diprakarsai AS pada akhir Juni; perjanjian ini mencakup pelucutan senjata Hizbullah, penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon selatan, serta pengerahan tentara Lebanon ke wilayah tersebut, yang dimulai dari area uji coba yang dikenal sebagai “zona percontohan”

(maa/maa)



Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *