Sanaa

Kelompok Houthi mengklaim telah menembak jatuh sebuah jet tempur F-15 milik Arab Saudi. Diklaim juga oleh Houthi, yang bermarkas di Yaman, bahwa pasukannya menggunakan amunisi buatan dalam negeri untuk menargetkan jet tempur canggih buatan Amerika Serikat (AS) yang digunakan Saudi itu.

Klaim tersebut, seperti dilansir AFP, Rabu (16/9/2026), disampaikan oleh juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan terbaru via media sosial. Saree menyebut bahwa jet tempur Saudi itu ditembak jatuh saat melancarkan serangan di wilayah Marib, Yaman.

“Angkatan Bersenjata Yaman, dengan pertolongan dan karunia Allah, berhasil menembak jatuh jet tempur F-15 Saudi saat jet tempur itu sedang melakukan operasi permusuhan untuk mendukung mobilisasi militer mereka di wilayah udara Provinsi Marib,” kata Saree dalam pernyataannya.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Dia mengatakan bahwa jet tempur Saudi itu ditargetkan “menggunakan rudal udara-ke-udara buatan dalam negeri”.

Belum ada tanggapan langsung Saudi atas klaim Houthi tersebut.

Dalam pernyataannya, Saree menuduh Saudi telah melancarkan 450 serangan di wilayah Yaman.

Dia juga menepis tuduhan Saudi yang menyebut Houthi menargetkan kota suci Mekkah dalam salah satu serangannya pada Selasa (15/9). “Operasi kami menargetkan fasilitas minyak dan pangkalan militer mereka, yang lokasinya jauh dari situs-situs suci,” tegas Saree.

Sebelumnya, juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, melaporkan bahwa pasukannya telah menembak jatuh setidaknya satu drone milik Houthi yang mengarah ke kota suci Mekkah.

Disebutkan Al-Malki bahwa drone itu berhasil dicegat sebelum memasuki wilayah udara terlarang dan puing-puingnya jatuh di sebelah selatan kota suci tersebut.

Saudi kemudian menuduh Houthi secara sengaja menargetkan Mekkah, dan memperingatkan bahwa keamanan situs-situs suci di wilayahnya merupakan “red line” atau garis merah yang tidak seharusnya dilanggar.

Al-Malki menegaskan bahwa akan melakukan pembalasan terhadap serangan Houthi tersebut.

“Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah adalah red line, dan Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan memberikan efek jera terhadap milisi teroris Houthi,” tegas Al-Malki dalam pernyataan via media sosial X.

Konflik Yaman kembali berkobar sejak Juli lalu, dengan Houthi kembali bertempur sengit dengan pasukan pemerintah Yaman, yang didukung Saudi.

Pertempuran terbaru itu turut menyeret Riyadh ke dalam konflik. Houthi telah mengumumkan blokade maritim terhadap Saudi dan menargetkan kapal-kapal Saudi dalam serangan di Laut Merah. Pasukan Houthi juga melancarkan serangkaian serangan terhadap wilayah Saudi beberapa waktu terakhir.

Kelompok itu telah mengklaim bertanggung jawab atas peluncuran operasi skala besar yang melibatkan rudal dan drone menargetkan Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait. Houthi bahkan mengancam akan memperluas cakupan serangan hingga jauh ke dalam wilayah Saudi.

Halaman 2 dari 2

(nvc/dhn)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *