Otoritas Iran dilaporkan telah menyita sebuah drone bawah laut canggih milik militer Amerika Serikat. Penyitaan ini memberi Teheran kesempatan untuk mempelajari dan berpotensi melakukan rekayasa balik terhadap drone tersebut.
Drone tersebut merupakan Dive-LD, kendaraan bawah laut otonom atau AUV yang dirancang untuk misi pengawasan jarak jauh dan operasi bawah laut lainnya.
Iran diprediksi akan berusaha keras membongkar perangkat keras drone tersebut untuk mempelajari rahasia pembuatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tentu saja Iran akan memanfaatkan setiap kesempatan sebagai kemenangan propaganda,” kata Farzin Nadimi, peneliti senior di Washington Institute for Near East Policy.
“Hal ini dapat membantu (Garda Revolusi Iran/IRGC) membuat versi yang lebih baik dari desain mereka sendiri,” imbuhnya, dilansir kantor berita Reuters, Kamis (10/9/2026).
Kejadian ini merupakan pukulan telak bagi Pentagon dan pembuat drone Anduril.
Namun, militer AS dan Anduril telah mengecilkan signifikansi jatuhnya drone tersebut ke tangan Iran.
Para pejabat Angkatan Laut AS sebelumnya mengatakan bahwa Dive-LD adalah wahana model lama yang mengalami kerusakan dan ditemukan oleh pasukan Iran setelah dibiarkan “mati di air.”
Anduril telah mempromosikan Dive-LD sebagai kendaraan bawah air otonom besar yang “paling andal dan fleksibel”, dengan mengatakan bahwa drone ini mampu beroperasi hingga 10 hari dalam kondisi sulit. Selain digunakan oleh Angkatan Laut AS, Dive-LD adalah wahana uji coba untuk pengembangan drone bawah air besar Ghost Shark baru milik Australia.
Drone Dive-LD tersebut termasuk dalam generasi baru drone militer yang dimaksudkan untuk beroperasi selama berhari-hari dengan sedikit campur tangan manusia. Washington sebelumnya telah menganggap jatuhnya drone canggih ke Iran sebagai masalah serius.
Pada tahun 2011, setelah Iran menangkap drone pengintai siluman RQ-170 Sentinel milik AS pada tahun 2011, Presiden Barack Obama saat itu secara terbuka meminta Teheran untuk mengembalikan drone tersebut. Iran kemudian mengklaim telah melakukan rekayasa balik terhadap drone tersebut, dan kemudian meluncurkan model-model produksi dalam negeri yang tampaknya sangat mirip dengan desain drone tersebut.
Lihat juga Video ‘Iran Balas Serangan AS, Kapal Induk & Kapal Perusak Jadi Sasaran’:
Halaman 2 dari 2
(ita/ita)