Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan sebuah drone laut milik Amerika Serikat (AS) di perairan Selat Hormuz. IRGC menyatakan bahwa drone itu dikerahkan oleh militer AS, saat perang Timur Tengah berlarut-larut.
Angkatan Laut IRGC, seperti dilansir Press TV, Jumat (11/9/2026), mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, AS telah mengerahkan drone-drone ke Selat Hormuz sebagai upaya untuk menghindari kontak langsung dengan pasukan Iran.
“Militer AS yang bertindak seperti teroris dan agresor, karena takut akan kehadiran para pejuang Islam yang pemberani dan konfrontasi dengan mereka, dalam beberapa hari terakhir mulai mengerahkan kapal-kapal tanpa awak ke Selat Hormuz,” kata Angkatan Laut IRGC dalam pernyataan yang dirilis Kamis (10/9) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angkatan Laut IRGC mengatakan bahwa pasukannya menargetkan salah satu drone AS itu di gerbang masuk Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global.
“Dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, Angkatan Laut IRCG menghantam salah satu kapal tanpa awak milik musuh, sebuah Saildrone dengan nomor lambung 5838, di gerbang masuk Selat Hormuz yang strategis, sehingga menggagalkan misi agresifnya,” klaim pernyataan Angkatan Laut IRGC.
Dalam pernyataannya, Angkatan Laut IRGC juga merilis peringatan terkait keberadaan pasukan musuh di jalur perairan tersebut.
Ditegaskan bahwa Iran memegang kendali dan melakukan pengawasan intelijen atas Selat Hormuz.
“Selat Hormuz berada di bawah kendali dan pengawasan intelijen kami yang menyeluruh, dan setiap kehadiran yang bermusuhan di jalur perairan strategis ini akan menjadi target,” tegas Angkatan Laut IRGC.
IRGC, pada Rabu (9/9), menargetkan dua kapal militer AS, delapan kapal tanker minyak, dan 10 kapal lainnya yang berupaya melintasi zona terlarang di Selat Hormuz. Seragan ini menjadi bagian dari gelombang terbaru operasi pembalasan Iran terhadap AS saat pertempuran kembali berkobar.
Sebelumnya pada Selasa (8/9), IRGC mengumumkan pasukannya berhasil mencegat dan menyita sebuah drone bawah laut (UAV) yang sangat canggih milik AS di gerbang masuk Selat Hormuz.
Tonton juga video “Trump Tuding Iran Mau Memanipulasi Pemilu di AS”
Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)