Jakarta

“Pemimpin yang baik belum tentu yang paling dicintai. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tetap bisa dipercaya bahkan ketika rakyatnya tidak sependapat dengannya.”

Dr Eko Surya Lesmana menyampaikan hal itu dalam bedah buku karyanya, The Secret Weakness of Every Great Power, di Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang, Sabtu (29/8/2026). Acara yang digelar Rumah Perubahan tersebut dipandu Dr Boy Bayu Idisondjaya.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Eko, kekuatan seorang pemimpin tidak semata-mata terletak pada seberapa besar kekuasaan yang dimilikinya. Yang tak kalah penting adalah kemampuannya mengubah kepercayaan menjadi dukungan, lalu menggerakkan dukungan tersebut menjadi tindakan.
Perdana Menteri Inggris Winston Churchill dan Mahatma Gandhi di India menjadi dua contoh yang digunakan Eko untuk menjelaskan gagasan tersebut.

Buku The Secret Weakness of Every Great Power (Sudrajat/detik)Foto: Buku The Secret Weakness of Every Great Power (Sudrajat/detik)

Churchill menghadapi Inggris dalam situasi perang ketika masa depan negaranya berada dalam ancaman. Alih-alih menutupi kesulitan, ia berbicara terus terang kepada rakyat dan mengajak mereka menghadapi kenyataan bersama. Kepercayaan itu kemudian menjadi salah satu sumber kekuatan Inggris untuk bertahan.

Gandhi menunjukkan cara yang berbeda. Ia mengubah dukungan rakyat India menjadi gerakan yang sederhana, konkret, dan mudah diikuti. Salah satunya melalui aksi membuat garam sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan kolonial Inggris.

Dari dua tokoh tersebut, Eko menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu berawal dari senjata, jumlah pasukan, atau sumber daya yang besar. Kekuatan dapat tumbuh ketika masyarakat percaya kepada kepemimpinan dan bersedia mengubah kepercayaan itu menjadi tindakan.
Gagasan tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam The Secret Weakness of Every Great Power.

Buku ini mengajak pembaca melihat sisi lain dari kekuatan besar: bagaimana kekuasaan yang tampak kokoh dapat melemah ketika kepercayaan dan dukungan dari dalam mulai terlepas.
Konsep tersebut dirumuskan Eko melalui istilah SPLIT, yakni kondisi ketika kekuatan dari luar masih terlihat utuh, sementara dukungan dan kepercayaan dari dalam perlahan menjauh.

Keruntuhan Uni Soviet pada 1991 menjadi salah satu ilustrasinya. Negara adidaya tersebut masih memiliki persenjataan nuklir dan perangkat kekuasaan ketika akhirnya bubar dan terpecah menjadi 15 negara. Dari sini, persoalan kekuatan tidak lagi semata-mata soal seberapa banyak yang dimiliki sebuah negara, melainkan seberapa efektif kekuatan itu dapat dipertahankan dan digunakan.

Perspektif tersebut mendapat penguatan dari Laksda TNI (Purn) I Nengah Putra A., Dosen Tetap Program Studi Industri Pertahanan Universitas Pertahanan RI. Ia mengambil contoh Perang Vietnam (1955-1975). Amerika Serikat memiliki keunggulan besar dalam militer, teknologi, industri, dan logistik. Namun, keunggulan material tersebut tidak otomatis menghasilkan kemenangan politik.

Menurut Nengah, pengalaman Vietnam menunjukkan bahwa kekuatan besar membutuhkan strategi yang tepat untuk mengubah sumber daya menjadi hasil. Besarnya means tidak menjamin tercapainya ends jika ways yang digunakan tidak sesuai dengan lingkungan strategis.

Selain Nengah, buku tersebut turut dibedah Dr Ian Montratama, Tenaga Ahli Bidang Geopolitik Dewan Pertahanan Nasional RI, dan Darwin Silalahi, mantan CEO dan Presiden Direktur PT Shell Indonesia sekaligus Country Chairman Shell Companies di Indonesia.

Eko yang meraih gelar doktor Ilmu Manajemen Stratejik dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada Juli 2025 itu kini menjabat Deputi Manajemen Risiko Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Melalui buku tersebut, ia ingin menunjukkan bahwa kekuatan besar tidak hanya dibangun melalui kemampuan material. Kekuatan juga membutuhkan legitimasi, dukungan, ketahanan, dan terutama kepercayaan. Sebab, kekuatan yang paling besar sekalipun dapat kehilangan daya ketika orang-orang yang menopangnya tidak lagi percaya untuk ikut mempertahankannya.

(jat/dek)



Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *