Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, tengah diselidiki terkait dugaan korupsi dan pencucian uang. Penyelidikan tersebut mencuat saat Flavio maju sebagai calon presiden Brasil dalam pemilu yang dijadwalkan Oktober mendatang.
Flavio merupakan kandidat dari kubu sayap kanan yang akan bersaing dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dari kubu sayap kiri. Kasus dugaan korupsi itu berkaitan dengan pendanaan produksi film biografi yang mengangkat sosok Jair Bolsonaro.
Polisi Selidiki Pendanaan Film tentang Bolsonaro
Dokumen pengadilan yang baru dibuka untuk publik mengungkapkan polisi telah menyelidiki Flavio sejak Juli 2026. Penyelidikan dilakukan terkait dugaan tindak pidana dalam pendanaan produksi film yang mengisahkan kehidupan ayahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Kamis (10/9/2026), polisi melakukan puluhan penggerebekan terkait dugaan penggelapan dana publik oleh perusahaan yang memproduksi film tersebut. Film berjudul Dark Horse itu menampilkan aktor Amerika Serikat Jim Caviezel sebagai Jair Bolsonaro.
Film tersebut menjadi sorotan karena diduga berkaitan dengan penggunaan dana yang berasal dari anggaran parlemen. Dana itu tersedia bagi legislator untuk membiayai proyek-proyek khusus, umumnya di wilayah yang menjadi basis pemilu mereka.
Flavio Bantah Ada Pelanggaran
Nama Flavio ikut terseret setelah muncul informasi bahwa dirinya pernah meminta dana kepada Daniel Vorcaro, bankir yang menghadapi tuduhan penipuan dan memimpin Banco Master yang telah bangkrut. Dana tersebut disebut akan digunakan untuk membiayai produksi Dark Horse.
Penggerebekan polisi pada Kamis lalu antara lain menyasar Karina Gama, pimpinan perusahaan yang memproduksi film tersebut, serta Mario Frias, anggota kongres pendukung Flavio yang tercatat sebagai produser eksekutif film.
Flavio membantah adanya pelanggaran dalam produksi film tersebut. Saat berkampanye pada Jumat (11/9/2026), dia menegaskan, “Tidak ada yang saya sembunyikan. Film itu sepenuhnya legal,” seperti dilansir AFP, Sabtu (12/9/2026).
Penyelidikan tersebut tidak secara otomatis menghalangi Flavio untuk tetap mencalonkan diri dalam pemilu. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober mendatang.
Maju Pilpres Setelah Ayahnya Dipenjara
Flavio, yang kini berusia 45 tahun dan menjabat sebagai Senator Brasil, maju dalam pemilu setelah ayahnya menjalani hukuman penjara terkait kasus upaya kudeta. Ia dipilih Jair Bolsonaro untuk memimpin gerakan konservatif dalam menghadapi pemilu 2026.
Flavio sebelumnya, pada Jumat (5/12/2025), pernah menyatakan dirinya bersedia membatalkan pencalonan apabila ada kesepakatan untuk memberikan pengampunan atau amnesti kepada sang ayah. “Mungkin saja saya tidak akan melanjutkan pencapresan sampai akhir. Saya mempunyai sebuah harga untuk itu. Saya akan bernegosiasi,” kata Flavio pada Desember 2025.
Dalam pencalonannya, Flavio berusaha menampilkan citra yang lebih moderat dibandingkan ayahnya. Ia menyebut dirinya sebagai sosok yang lebih sentris, meski selama ini dikenal sebagai pendukung setia Jair Bolsonaro.
Jair Bolsonaro Jalani Hukuman 27 Tahun
Jair Bolsonaro sebelumnya dijatuhi hukuman 27 tahun penjara karena dinyatakan bersalah terkait upaya merencanakan kudeta setelah pemilu 2022. Ia juga disebut merencanakan penghentian pemerintahan Lula da Silva, termasuk rencana pembunuhan terhadap presiden tersebut.
Mahkamah Agung Brasil pada November 2025 memerintahkan Bolsonaro mulai menjalani hukuman setelah seluruh permohonan bandingnya ditolak. Bolsonaro membantah tuduhan tersebut dan menyatakan dirinya menjadi korban persekusi politik.
Situasi politik Brasil turut memanas menjelang pemilu. Presiden Argentina Javier Milei bahkan secara terbuka mendukung Flavio dan melontarkan kritik keras terhadap Lula da Silva. Milei menyebut Lula sebagai “pencuri” dan “korup”, merujuk pada kasus korupsi yang pernah menjerat presiden Brasil tersebut.
Halaman 2 dari 3
(wia/zap)