Jakarta

Pemerintah Aljazair memutuskan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) setelah ketegangan selama bertahun-tahun. Aljazair juga menutup wilayah udaranya untuk semua pesawat sipil dan militer yang terdaftar di UEA.

Dalam pernyataan soal pemutusan hubungan diplomatik, Aljazair menuduh negara Teluk tersebut melakukan “tindakan provokatif dan bermusuhan”. Namun, masih belum jelas apa yang memicu keretakan tersebut.

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (11/9/2026), Kementerian Pertahanan Aljazair mengatakan larangan wilayah udara akan mulai berlaku hari Jumat (11/9) ini, kecuali untuk penerbangan komersial dari dan ke bandara di Aljir, ibu kota Aljazair, yang akan berlanjut hingga akhir tahun 2026.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Sebelumnya, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune sering menyebut UEA sebagai “negara mikro” atau “negara kecil” yang berupaya menggoyahkan beberapa negara di kawasan itu, seperti Libya, Mali, dan Sudan.

Negara Afrika Utara itu, yang selama berbulan-bulan telah mengisyaratkan pemutusan hubungan diplomatik, mengatakan keputusan itu diambil “setelah menggunakan semua upaya untuk mempertahankan hubungan bilateral” dengan UEA.

Kementerian Luar Negeri UEA kemudian mengatakan pihaknya berharap keputusan itu bersifat sementara, agar dapat mempertahankan “hubungan persaudaraan” dengan Aljazair.

Kementerian Luar Negeri Aljazair mengatakan pihaknya telah memperingatkan pemerintah UEA beberapa kali, tetapi UEA “tetap melanjutkan tindakannya, hingga mencapai titik di mana tindakan tersebut tidak lagi dapat diterima atau ditoleransi”.

“Aljazair tidak menyia-nyiakan upaya untuk menarik perhatian pihak UEA dan memperingatkan mereka terhadap konsekuensi buruk yang dapat timbul dari perilaku mereka yang disesalkan dan tidak dapat dibenarkan,” kata Kementerian Luar Negeri Aljazair.

Sebelumnya dalam wawancara televisi pada bulan Juli lalu, Tebboune kembali mengecam Abu Dhabi, dengan mengatakan “di mana pun mereka menginjakkan kaki, darah mengalir”.

“Kami ingin mereka menjauh, agar darah tidak mengalir di negara kami,” cetusnya.

Pada saat itu, Tebboune mengatakan bahwa pemutusan hubungan diplomatik “akan terjadi sejak lama” jika Aljazair tidak berusaha menghindari “memperparah perpecahan” di dunia Arab.

Halaman 2 dari 2

(ita/ita)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *