Pyongyang

Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, mengakui bahwa dirinya “tidak mengetahui” adanya komunikasi antara kakaknya dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal ini setelah Trump mengisyaratkan adanya kontak dengan Kim Jong Un, dan mengumumkan rencana pertemuan keduanya.

Trump, saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu (19/8), mengklaim bahwa dirinya “berhubungan sangat baik” dengan pemimpin Korut tersebut. Presiden AS itu bahkan mengklaim dirinya “mengenal Kim Jong Un dengan sangat baik”.

“Terkait berita terbaru dari Washington mengenai komunikasi antara para pemimpin Korea Utara dan Amerika Serikat, saya sama sekali tidak mengetahuinya,” kata Kim Yo Jong dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Kamis (20/8/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



“Kemungkinan besar itu merupakan satu-satunya hal menyangkut kebijakan luar negeri pimpinan tertinggi kami yang tidak saya ketahui,” sebutnya.

Kendati demikian, Kim Yo Jong yang sangat berpengaruh di Korut ini mengatakan bahwa kakaknya masih memiliki “kenangan dan perasaan yang baik” terhadap Trump. Dia menyebut hubungan antara kedua pemimpin tersebut tetap “sangat baik”.

Trump melakukan pertemuan dengan Kim Jong Un sebanyak tiga kali selama masa jabatan pertamanya, setelah awalnya dia mengejek pemimpin Korut itu sebagai “manusia roket” dan mengancam akan melancarkan “api dan kemarahan” terhadap Pyongyang. Pertemuan terakhir keduanya digelar pada tahun 2019 lalu.

Dikatakan Trump sebelumnya bahwa dirinya dan Kim Jong Un “saling jatuh cinta” usai bertukar “surat-surat yang indah”. Namun pertemuan puncak yang menjadi perhatian global itu hanya menghasilkan sedikit kemajuan nyata terkait isu nuklir Korut, dan keduanya belum bertemu lagi sejak Trump kembali ke Gedung Putih.

Meski demikian, Trump baru-baru ini kembali mengangkat isu Korut ke dalam agenda utama setelah secara tiba-tiba mengumumkan, pada Minggu (16/8), bahwa dirinya memerintahkan Pentagon untuk mengurangi skala latihan militer gabungan dengan Korea Selatan (Korsel), dengan alasan hubungannya dengan Kim Jong Un.

Pada Rabu (19/8), Trump menyebut latihan militer gabungan tu “sangat menghina” bagi Kim Jong Un dan menilai pemimpin Korut itu telah “bersikap sangat baik”.

Trump juga mengungkapkan kemungkinan dirinya kembali bertemu dengan Kim Jong pada akhir tahun ini. Ketika ditanya wartawan apakah dirinya berencana bertemu pemimpin Korut itu pada tahun ini, Presiden AS itu menjawab: “Iya, saya akan melakukannya.”

Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut, namun media terkemuka AS Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump mempertimbangkan pertemuan dengan Kim Jong Un itu saat melakukan kunjungan ke Shenzhen, China, untuk menghadiri KTT APEC pada November mendatang.

AS-Korsel Pangkas Latihan Militer, Adik Kim Jong Un: Tak Layak Dikomentari!

Mengenai keputusan Trump untuk mengurangi skala latihan militer gabungan AS dan Korsel, yang selalu dikecam Korut, Kim Yo Jong enggan berkomentar banyak. Dia menyebut hal tersebut “tidak menarik” bagi Pyongyang.

“Terkait pengurangan latihan militer gabungan AS-Korea Selatan yang diumumkan secara mendadak oleh Presiden AS beberapa hari lalu, kami menganggap hal itu tidak layak dikomentari dan sama sekali tidak menarik bagi kami,” ujar Kim Yo Jong dalam pernyataannya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Korut dalam sebuah pernyataan yang dirilis kantor berita Korut, KCNA, mengecam latihan gabungan itu sebagai “latihan untuk perang agresif”, yang akan memicu ketidakstabilan baru di kawasan tersebut.

Halaman 2 dari 2

(nvc/idh)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *