Amerika Serikat (AS) mengizinkan delegasi Iran untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan digelar di New York pekan depan. Militer Israel dilaporkan bersiap melancarkan serangan darat terbaru di Jalur Gaza.
Delegasi Iran yang menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, akan dibatasi pergerakannya dan dilarang berbelanja selama berada di New York.
Sementara itu, Tel Aviv disebut mempersiapkan serangan darat terhadap Jalur Gaza karena tidak ada tanda-tanda kelompok Hamas bersedia melucuti senjatanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (18/9/2026):
– AS Izinkan Delegasi Iran Hadiri Sidang Umum PBB, Tapi Ada Hal yang Dilarang
Amerika Serikat (AS) mengizinkan delegasi Iran untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan digelar di New York pekan depan. Namun delegasi Iran akan dibatasi pergerakannya dan dilarang berbelanja selama berada di New York.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir AFP dan TRT World, Jumat (18/9/2026), mengatakan bahwa delegasi Iran yang diperbolehkan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB akan mencakup Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
“Sesuai dengan kewajiban kami sebagai negara tuan rumah, delegasi inti dari rezim Iran akan dapat menghadiri Pekan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan pada Kamis (17/9).
– Memanas Lagi! Iran Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan sebuah kapal tanker minyak berbendera Togo di perairan Selat Hormuz yang strategis. IRGC menuduh kapal tanker itu melakukan “pelayaran ilegal” di jalur perairan yang vital bagi pasokan minyak dan gas global.
Selat Hormuz terdampak perang yang berkecamuk antara Iran dan Amerika Serikat (AS) sejak akhir Februari lalu. Teheran memblokade jalur perairan tersebut dari setiap aktivitas pelayaran, dan bahkan berencana memungut biaya transit.
Pasukan militer Iran bahkan menyerang kapal-kapal yang nekat berlayar di Selat Hormuz, yang mereka tuduh berupaya menghindari rute pelayaran yang telah ditetapkan oleh Teheran.
– Parah! Israel Siapkan Serangan Darat Terbaru di Gaza
Militer Israel dilaporkan bersiap melancarkan serangan darat terbaru di Jalur Gaza. Serangan darat itu dipersiapkan Tel Aviv karena tidak ada tanda-tanda kelompok Hamas bersedia melucuti senjatanya.
Rencana serangan darat terbaru Israel itu, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (18/9/2026), diungkapkan oleh surat kabar terkemuka Israel, Yedioth Ahronoth, yang mengutip sejumlah sumber pejabat Tel Aviv dalam laporannya yang dipublikasikan pada Rabu (16/9) waktu setempat.
Disebutkan dalam laporan Yedioth Ahronoth bahwa Komando Selatan pada militer Israel sedang memperkuat posisi di sepanjang “Garis Kuning” di Jalur Gaza dan terus melanjutkan serangan terarah, dengan klaim bahwa Hamas tengah membangun kembali kekuatannya.
– Tegang! Kapal China Tabrak Kapal Filipina di Laut China Selatan
Filipina menuduh sebuah kapal Penjaga Pantai China “menabrak” salah satu kapal milik dinas perikanan mereka pada Jumat (18/9) pagi di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa.
Insiden ini, seperti dilansir AFP, Jumat (18/9/2026), terjadi di dekat sebuah beting di gugusan Kepulauan Spratly yang menjadi sengketa. Area tersebut merupakan kawasan kaya akan ikan, namun menjadi titik rawan konflik dan lokasi berbagai konfrontasi sengit dengan kapal-kapal China dalam beberapa tahun terakhir.
Beijing mengklaim sebagian besar perairan Laut China Selatan, meskipun terdapat putusan internasional yang menyatakan klaim itu tidak memiliki dasar hukum.
– AS Setujui Penjualan Puluhan Jet Tempur Siluman Rp 431 T ke Arab Saudi
Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan 48 unit jet tempur siluman F-35 senilai US$ 24,3 miliar, atau setara Rp 431,3 triliun, kepada Arab Saudi. Ini menjadi pembelian senjata besar-besaran terbaru oleh Riyadh sejak konflik antara Washington dan Iran dimulai akhir Februari lalu.
Saudi telah sejak lama berupaya membeli F-35 yang canggih buatan AS. Namun para pejabat Israel, yang saat ini menjadi satu-satunya negara di Timur Tengah yang mengoperasikan jet siluman tersebut, menyatakan kekhawatiran mengenai penjualan pesawat militer itu ke Riyadh.
“Usulan penjualan ini akan meningkatkan kemampuan Arab Saudi dalam menangkal ancaman saat ini dan masa depan dengan memperkuat pertahanan dalam negerinya, dan meningkatkan interoperabilitas dengan pasukan AS,” kata Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir AFP, Jumat (18/9/2026).
Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)