Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut bahwa Selat Hormuz kini terbuka. Trump mengklaim jutaan barel minyak terus mengalir melalui jalur perairan strategis untuk pasokan energi global tersebut, meskipun konflik dengan Iran belum berakhir.
“Selat itu terbuka. Selat Hormuz terbuka. Kita memegang kendali, dan kita melakukan blokade,” kata Trump saat berbicara di Gedung Putih, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (28/8/2026).
“Ada banyak kapal yang melintas. Jutaan barel minyak keluar dari selat itu setiap harinya,” sebut Presiden AS itu dalam pernyataan pada Kamis (27/8) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump mengatakan bahwa pasukan AS telah membersihkan jalur perairan vital itu dari ranjau dan terus memantau aktivitas maritim dengan ketat.
“Kita memiliki kapal-kapal penyapu ranjau terbaik di dunia. Itu adalah kapal penyapu ranjau bawah air, dan kita telah sepenuhnya membersihkan selat itu dari ranjau,” klaimnya.
Lebih lanjut, Trump mengklaim bahwa pasukan AS mampu mendeteksi kapal-kapal yang berupaya menebar ranjau dan segera mengambil tindakan.
“Kami memantau setiap jengkal selat tersebut, dan jika ada kapal yang masuk membawa ranjau, kami melihatnya dan menyingkirkannya. Kami sudah menyingkirkan dua (kapal) di antaranya,” kata Presiden AS tersebut.
Bahkan, menurut Trump, AS baru-baru ini telah mengawal kapal-kapal melintasi Selat Hormuz. “Tadi malam, kami mengawal 24 kapal melintasi selat tersebut. Kami terus-menerus mengawal kapal-kapal melintasinya,” ungkapnya.
Terakhir, Trump menegaskan bahwa Iran tidak dapat mengangkut barang melalui jalur perairan tersebut akibat blokade maritim AS.
“Iran tidak mendapat apa-apa, Tidak ada yang bisa lewat. Tidak ada satu pun kapal yang berhasil melintas,” tandasnya.
Tonton juga video “Trump Tawarkan Bantuan ke Nepal: Ini Benar-benar Mengerikan”
Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)