Washington DC

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa AS siap untuk kembali menyerang Iran “kapan saja”. Peringatan ini disampaikan Trump setelah serangan besar-besaran AS terhadap berbagai target Iran telah merenggut sedikitnya 19 nyawa, termasuk warga sipil.

AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan besar-besaran sejak akhir pekan. Pertempuran ini tercatat sebagai yang terbesar dan paling sengit sejak Juli lalu, saat jeda pertempuran berlangsung singkat.

Pasukan Washington menghantam berbagai kota dan wilayah di sepanjang pesisir selatan Iran, juga di dekat Selat Hormuz yang diblokade, termasuk menghantam sebuah acara pernikahan di kota Kuhestak, Sirik.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Iran membalas dengan menargetkan pangkalan dan aset militer AS yang ada di berbagai wilayah Timur Tengah, seperti Yordania, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Erbil, wilayah Kurdistan di Irak.

Saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, seperti dilansir AFP dan Al Jazeera, Kamis (3/9/2026), Trump mengancam lebih banyak serangan untuk Iran.

“Kita menghantam mereka dengan keras tadi malam. Mereka hanya membalas dengan pukulan ringan, tapi kita menghantam mereka dengan keras,” kata Presiden AS itu dalam pernyataan di Gedung Putih pada Rabu (2/9) waktu setempat.

“Kita telah menghancurkan jauh lebih banyak, daripada sekadar radar mereka, tadi malam,” klaim Trump.

Dia juga mengklaim bahwa serangan-serangan AS itu “melenyapkan semua peralatan baru yang coba mereka bangun di sepanjang Selat Hormuz”.

“Itu adalah serangan yang sangat dahsyat, dan kita siap melancarkan serangan lagi, kapan saja kita mau,” tegas Trump dalam pernyataannya.

Trump Sebut Operasi Militer Terbaru terhadap Iran Tak Akan ‘Terlalu Lama’

Dalam pernyataannya, Trump juga mengatakan bahwa operasi militer terbaru AS terhadap Iran tidak akan berlangsung “terlalu lama”.

Pada Minggu (30/8), pasukan AS menyerang peluncur-peluncur roket milik Iran di Pulau Larak, yang terletak di lepas pantai selatan negara tersebut. Washington menyebut serangan itu bertujuan untuk mencegah Teheran kembali menebar ranjau laut di Selat Hormuz.

Iran membalas dengan menargetkan posisi-posisi militer AS di Yordania dan Uni Emirat Arab. Pertempuran masih terus berlanjut, dengan kedua negara saling berdalih melancarkan serangan balasan.

Saat ditanya oleh wartawan soal berapa lama operasi militer AS yang kembali digencarkan terhadap Iran itu akan berlangsung, Trump menjawab singkat: “Saya rasa tidak akan terlalu lama.”

Wartawan kemudian menanggapi klaim Trump soal upaya “melumpuhkan” militer Iran, dengan menanyakan soal target apa lagi yang tersisa untuk diserang dan apa alasannya. Trump tidak menjawab secara langsung pertanyaan itu, dan malah mengklaim AS memegang “kendali yang sangat kuat” atas Selat Hormuz.

“Kita mengendalikan Selat Hormuz, setiap hari kita meloloskan banyak kapal yang membawa jutaan barel minyak. Sebagian besar kita lakukan tanpa hambatan, sesekali mereka menembakkan drone dan kami menembak jatuh drone itu. Kita memegang kendali, kendali yang sangat kuat,” tegasnya.

Halaman 2 dari 2

(nvc/idh)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *