Rusia mengancam akan mengarahkan hulu ledak nuklirnya ke Lithuania, jika negara Baltik tersebut menempatkan senjata dari arsenal nuklir milik sekutunya di aliansi Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di wilayahnya.
Ancaman tersebut, seperti dilansir AFP, Sabtu (12/9/2026), dilontarkan Moskow setelah otoritas Lithuania berupaya mencabut larangan konstitusional soal penyimpanan senjata nuklir di dalam negeri.
Upaya itu menjadi bagian dari langkah untuk memperkuat postur keamanannya di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina yang terus berlanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan tersebut saat ini sedang diproses di parlemen Lithuania. Dibutuhkan dukungan mayoritas dua pertiga anggota parlemen untuk mengesahkan langkah tersebut.
Jika disetujui, maka langkah tersebut akan dapat mulai berlaku pada musim dingin ini. Saat ini, keputusan itu telah mendapat dukungan dari presiden dan partai-partai besar di Lithuania.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, ketika ditanya soal rencana Lithuania tersebut, mengatakan bahwa hal itu akan menjadi “perkembangan yang sangat serius dalam hal eskalasi ketegangan”.
Peskov kemudian melontarkan ancaman bahwa senjata nuklir Rusia juga bisa diarahkan ke Lithuania jika negara itu menampung senjata nuklir sekutu-sekutu NATO.
“Jika terdapat senjata nuklir di wilayah tersebut yang diarahkan kepada kami, maka wilayah negara itu pun akan menjadi sasaran senjata nuklir kami sendiri,” tegas Peskov dalam pernyataan pada Jumat (11/9) waktu setempat.
Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda, telah mengumumkan rencana tersebut pada Juli lalu. Nauseda menyatakan pada saat itu bahwa negaranya ingin menjadi “bagian tak terpisahkan dari pencegahan nuklir ini”.
Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)