
New Delhi –
Presiden China Xi Jinping mendesak blok BRICS untuk menjadi pembawa perdamaian dalam konflik Timur Tengah. Xi Jinping berharap semua anggota BRICS mau mewujudkan perdamaian ini.
Dilansir Reuters, Minggu (13/9/2026) hal ini disampaikan Xi dalam pidatonya di KTT negara-negara anggota di New Delhi pada hari Sabtu (12/9).
China akan bekerja sama dengan anggota BRICS lainnya dalam peran tersebut, karena perang “tidak melayani kepentingan bersama komunitas internasional,” demikian kutipan pernyataan Xi yang dilaporkan oleh CCTV milik pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BRICS, yang awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, dan kemudian diperluas untuk mencakup Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, dan Uni Emirat Arab, didirikan pada tahun 2009 untuk menantang tatanan dunia yang didominasi oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Baratnya.
Anggotanya mencakup lebih dari 40% populasi dunia dan hampir seperempat ekonomi global.
Pemimpin Tiongkok menyebut blok tersebut sebagai “kelompok terkemuka” di Global Selatan dan model kemandirian di antara negara-negara berkembang yang harus mempromosikan pembangunan berbasis inovasi.
Ia mengatakan Tiongkok akan mengambil alih kepemimpinan BRICS tahun depan, dan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-19, menurut CCTV.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di sela-sela KTT, Xi mengatakan China memandang hubungan dengan India dari “perspektif strategis jangka panjang,” seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Xinhua milik pemerintah.
China dan India dapat belajar dari kekuatan masing-masing dan mencapai pembangunan bersama, Xinhua mengutip pernyataan Xi.
Kunjungan Xi ke New Delhi, kunjungan pertamanya ke India dalam tujuh tahun, diharapkan dapat memperlancar hubungan diplomatik antara kedua negara tetangga raksasa tersebut, tetapi menurut para analis, masih sedikit tanda-tanda bahwa hubungan bisnis mereka akan membaik.
China dan India pernah berperang singkat pada tahun 1962, yang menjadi latar belakang hubungan yang penuh kehati-hatian sejak saat itu, yang memburuk setelah bentrokan perbatasan tahun 2020 yang menewaskan 20 tentara India dan empat tentara China.
Namun, hubungan telah membaik dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak Modi mengunjungi China tahun lalu dan ketika kedua negara bergulat dengan hubungan yang bergejolak dengan AS.
(rdp/knv)