Jakarta

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial terkait Selat Hormuz. Trump mengusulkan agar nama jalur perairan strategis tersebut diganti menjadi ‘Selat Trump’.

Usulan itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Rabu (2/9/2026). Trump menyebut Selat Hormuz kini berada di bawah kendali AS.

“Sekarang setelah kami menguasainya di bawah kendali AS, haruskah kita mengubah nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump? Seperti Amerika sendiri, selat itu akan menjadi lebih ‘panas’ dari sebelumnya!” tulis Trump, seperti dilansir AFP.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan tersebut muncul ketika Selat Hormuz masih menjadi titik panas dalam konflik antara AS dan Iran. Klaim Trump mengenai kendali AS atas selat itu juga muncul di tengah ketegangan militer yang kembali meningkat antara Washington dan Teheran.

Sebelumnya, Trump telah berulang kali mengklaim AS memiliki kendali besar atas Selat Hormuz. Pada Agustus lalu, Trump bahkan mengunggah peta yang menyebut Selat Hormuz sebagai ‘New U.S. Territory’.

Dalam unggahan lainnya, Trump mengatakan blokade angkatan laut AS terhadap Iran masih berlaku. Dia juga menyebut Selat Hormuz terbuka dan beroperasi setelah ranjau-ranjau laut disingkirkan atau diledakkan.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur tersebut sangat penting bagi perdagangan energi dunia.

Ketegangan di kawasan itu kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. AS dan Iran kembali terlibat aksi saling serang, sementara aktivitas pelayaran dan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz menjadi salah satu perhatian utama dalam konflik tersebut.

(azh/rfs)



Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *