Jakarta

Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan darurat yang memperkirakan adanya potensi serangan di sejumlah wilayah, termasuk kota suci Mekkah dan kota terbesar kedua, Jeddah. Peringatan itu menyusul serangkaian serangan selama sepekan terakhir oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran, yang kian menyeret negara itu ke dalam konflik Timur Tengah.

Dilansir reuters, Selasa (15/9/2026), peringatan tersebut segera dicabut tak lama dikeluarkan. Otoritas Saudi tidak melaporkan adanya proyektil yang jatuh, ataupun adanya pihak yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan itu.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peringatan kali ini mencakup wilayah terluas sejak eskalasi konflik pekan lalu; bunyi sirene peringatan di Mekkah pun menjadi yang pertama kalinya terjadi selama perang ini di kota tersebut, yang merupakan lokasi situs-situs suci bagi seluruh umat Muslim.

Kelompok Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran telah mengumumkan sejumlah serangan besar terhadap Arab Saudi selama sepekan terakhir, termasuk serangan terhadap sebuah pangkalan udara pada hari Senin yang mereka klaim sebagai balasan atas serangan udara di Yaman.

Arab Saudi menuding sebuah gerakan pro-Iran lainnya yang berbasis di Irak sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan hari Jumat yang melumpuhkan salah satu jalur transportasi minyak terpenting Kerajaan tersebut, yakni Pipa Timur-Barat yang melintasi gurun Arab.

Koalisi militer pimpinan Saudi yang memerangi Houthi di Yaman menyatakan bahwa 13 warga sipil terluka dalam serangan Houthi terhadap Arab Saudi pada hari Senin.

Kelompok bersenjata yang didukung Iran tersebut melancarkan serangan kilat di sepanjang pesisir barat Yaman pekan lalu, yang berujung pada penguasaan sebuah pulau di mulut Laut Merah.

(eva/azh)



Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *