Riyadh

Pemerintah Arab Saudi memperingatkan kelompok pemberontak Houthi bahwa mereka akan bertindak “tegas” menyusul serangkaian serangan rudal dan drone yang melukai 13 warga sipil di kerajaan tersebut.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, mengonfirmasi pada Selasa (15/9) bahwa serangan rudal dan drone Houthi, yang disebutnya sebagai serangan terkoordinasi, menargetkan wilayah Khamis Mushait, Abha, dan Taif.

Koalisi pimpinan Saudi, seperti dilansir AFP dan TRT World, Selasa (15/9/2026), menegaskan bahwa pihaknya akan menanggapi serangan-serangan tersebut “dengan tegas demi melindungi kedaulatan Kerajaan”.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Koalisi mengatakan bahwa mereka akan mengambil “segala langkah operasional yang diperlukan untuk menangkal pendekatan yang bermusuhan dan ekstremis ini”.

Houthi kembali terlibat pertempuran dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi, sejak perang berkobar kembali pada awal Juli lalu, menyusul situasi yang relatif tenang selama bertahun-tahun imbas gencatan senjata yang disepakati pada tahun 2022 lalu.

Kelompok yang didukung Iran itu juga mengumumkan blokade maritim terhadap Saudi dan menargetkan kapal-kapal Saudi dalam serangan di Laut Merah.

Sebelumnya, koalisi pimpinan Saudi melaporkan bahwa rentetan serangan Houthi tersebut memicu sedikitnya 13 korban luka, yang mengalami cedera ringan hingga sedang.

Amunisi dan serpihan logam yang jatuh ke wilayah Saudi, menurut koalisi pimpinan Saudi, juga menyebabkan kerusakan struktural terhadap tujuh rumah dan dua kendaraan sipil. Koalisi menuduh Houthi telah dengan sengaja menargetkan non-kombatan dan infrastruktur sipil.

Konfirmasi Saudi soal serangan Houthi itu disampaikan setelah juru bicara kelompok yang didukung Iran itu, Yahya Saree, mengumumkan pada Senin (14/9) bahwa jet-jet tempur Saudi — terutama jet tempur F-15 dan Typhoon — melancarkan 54 serangan udara di sebanyak lima provinsi di Yaman dalam waktu 24 jam.

Saree memperingatkan serangan besar-besaran semacam itu “tidak akan dibiarkan tanpa balasan”.

Sebelumnya, Houthi mengklaim bertanggung jawab atas peluncuran operasi skala besar yang melibatkan rudal dan drone, yang menargetkan Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait. Kelompok itu juga mengancam akan memperluas cakupan serangan hingga jauh ke dalam wilayah Saudi.

Pekan lalu, Houthi merebut kendali atas area pesisir Yaman di tepi Laut Merah dan menguasai pulau-pulau strategis di Selat Bab al-Mandeb, yang vital bagi pelayaran global menyusul diblokadenya Selat Hormuz oleh Iran.

Halaman 2 dari 2

(nvc/ita)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *