Menteri Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) Dan Driscoll mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Pengunduran diri Driscoll menyusul laporan mengenai ketegangan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth.
Dilansir AFP, Selasa (1/9/2026), saat ditanya mengenai laporan Wall Street Journal bahwa Driscoll telah mengundurkan diri, Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih, Anna Kelly, tidak membantahnya.
“Driscoll sangat efektif dalam memajukan agenda Presiden Trump untuk ‘Membuat Amerika Kuat Kembali’ (Make America Strong Again) di Departemen Angkatan Darat,” kata Kelly.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelly menyebut “kepemimpinan luar biasa” Driscoll selama operasi militer AS, termasuk “memulihkan penekanan pada kesiapan dan daya hancur (lethalitas), membantu negosiasi antara Rusia dan Ukraina, dan banyak lagi.”
Ia menambahkan, “Angkatan Darat Amerika Serikat kini lebih kuat dari sebelumnya berkat kinerjanya bersama Panglima Tertinggi dan Menteri Pertahanan.”
Jika diterima, pengunduran diri Driscoll akan menjadi peristiwa terbaru mundurnya seorang pemimpin militer senior di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Sebagai mantan teman sekelas Wakil Presiden JD Vance di sekolah hukum, Driscoll dikabarkan mendapat manfaat dari persahabatan mereka di dalam pemerintahan, namun ia berselisih paham dengan Hegseth.
Sebagai veteran Angkatan Darat yang pernah bertugas di Irak, Driscoll sempat mencalonkan diri untuk Kongres pada tahun 2020 namun gagal, dan kemudian menjadi penasihat bagi kampanye pemilihan ulang Trump tahun 2024.
Di tengah perang Iran yang memasuki bulan ketujuh, pengunduran diri ini berpotensi membuat Angkatan Darat tanpa pimpinan tetap, baik dari kalangan sipil maupun militer aktif. Hegseth memecat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George pada bulan April dan hingga kini belum menunjuk pengganti tetap.
Halaman 2 dari 2
(rfs/yld)