Seoul

Pemerintah Amerika Serikat (AS) tiba-tiba membatalkan latihan marinir gabungan dengan Korea Selatan (Korsel) yang dijadwalkan bulan depan. Apa alasannya?

Pembatalan tersebut, seperti dilansir Reuters, Senin (24/8/2026), diumumkan oleh Korps Marinir Korsel pada dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (24/8) waktu setempat, setelah AS menyinggung soal keterbatasan pasukannya akibat perang melawan Iran.

Latihan marinir gabungan itu disebut akan melibatkan latihan pendaratan amfibi yang diikuti oleh para personel Marinir kedua negara yang bersekutu.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Juru bicara Korps Marinir Korsel dalam keterangan pers mengatakan bahwa Korps Marinir AS telah secara resmi memberitahu pihaknya pada Juni lalu, mengenai ketersediaan pasukan akan terbatas untuk latihan tingkat divisi, yang dikenal sebagai Ssangyong tersebut.

Kedua negara, sebut juru bicara tersebut, terus melakukan konsultasi erat mengenai pelaksanaan kembali latihan gabungan marinir tersebut.

Dia tidak merinci langkah apa yang mungkin diambil untuk mencegah pembatalan di masa mendatang, atau untuk menggantikan kesempatan latihan yang hilang.

Komando Pasukan AS di Korea (USFK) belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut.

Pembatalan latihan gabungan marinir ini menyusul perintah mendadak dari Presiden AS Donald Trump untuk mengurangi skala latihan militer gabungan tahunan antara kedua negara, yang telah diakhiri lebih awal pada Jumat (21/8) pekan lalu.

Trump menyinggung soal biaya yang besar dan penolakan Seoul untuk terlibat dalam operasi AS melawan Iran sebagai alasannya memberikan perintah tersebut.

Dalam pernyataan via akun Truth Social miliknya, Trump juga menyebut bahwa latihan militer gabungan, yang bernama Ulchi Freedom Shield itu, mengirimkan “sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan, terhadap sebuah negara yang, selama Donald J Trump menjabat Presiden, tidak menunjukkan ancaman dan bersikap penuh hormat”. Trump merujuk pada Korea Utara (Korut), yang selalu mengecam latihan gabungan AS-Korsel sebagai “persiapan invasi”.

Meskipun skala latihan gabungan itu dikurangi, Pyongyang meluncurkan 10 rudal balistik jarak pendek pekan lalu dan merilis pernyataan mengecam latihan tersebut.

Halaman 2 dari 2

(nvc/ita)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *