Teheran

Iran dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menyerang aset-aset militer Amerika Serikat (AS) yang ada di kawasan Eropa, jika Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memicu eskalasi konflik yang terus berlangsung.

Informasi tersebut, seperti dilansir Al Arabiya, Kamis (20/8/2026), disampaikan oleh sejumlah sumber dari kalangan internal rezim Teheran kepada media terkemuka Financial Times pada Selasa (18/8) waktu setempat.

Menurut dua sumber yang dikutip Financial Times, pasukan Iran telah mempertimbangkan untuk menyerang target-target militer AS di kawasan Eropa bagian tenggara, seperti di Bulgaria, yang baru-baru ini mengizinkan pesawat militer AS melakukan pengisian bahan bakar di pangkalan udara Bezmer di wilayahnya.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Siprus, yang menjadi lokasi pangkalan udara Inggris diserang oleh drone pada Maret lalu, juga disebut sebagai target potensial.

Laporan Financial Times menyebutkan bahwa jaringan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz juga dipertimbangkan sebagai target, jika terjadi serangan terbaru dari AS.

Batas waktu 60 hari untuk berunding, yang diatur dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Iran dan AS pada Juni lalu, telah berakhir tanpa adanya kemajuan dalam negosiasi untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang diblokade selama perang berlangsung.

Pekan lalu, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menunjuk tokoh-tokoh garis keras untuk menduduki jabatan tinggi di sektor keamanan dan militer.

Pada Selasa (18/8), Trump menegaskan bahwa tidak ada “pembicaraan atau komunikasi yang sedang berlangsung atau yang dijadwalkan” dengan Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara tegas memperingatkan jika konflik berskala penuh kembali terjadi, maka Teheran akan melampaui strategi sebelumnya, yang menargetkan aset dan infrastruktur strategis AS di kawasan Timur Tengah, dan beralih menargetkan lokasi-lokasi yang lebih jauh.

Iran telah membuktikan kesediaan untuk menyerang target-target yang jauh. Washington menuduh Teheran telah meluncurkan sejumlah rudal ke arah Diego Garcia, pangkalan militer gabungan AS-Inggris yang terletak di Samudra Hindia, pada minggu-minggu awal perang.

Namun tidak ada satu pun rudal yang mencapai target yang berjarak lebih dari 4.000 kilometer tersebut.

Turki juga melaporkan bahwa sistem pertahanan udara NATO telah mencegat sejumlah rudal balistik Iran pada Maret lalu — bulan yang sama ketika pangkalan Inggris di Siprus diserang drone. Sejumlah pejabat Barat menduga serangan itu melibatkan drone Iran yang diluncurkan oleh kelompok proksi regional.

Sementara itu, bulan lalu, serangan udara Iran terhadap pangkalan udara AS di Yordania telah menewaskan sedikitnya tiga tentara Amerika. Itu menjadi serangan jarak jauh paling akurat yang pernah dilancarkan rezim Teheran. Hal ini diklaim menunjukkan kemampuan Iran dalam menghantam target-target yang jauh.

Lihat juga Video Trump Ancam Beri Sanksi Ekonomi ke Negara yang Bantu Iran

Halaman 2 dari 2

(nvc/idh)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *