Serangan drone Israel menghantam sebuah kafe yang ramai orang di area pelabuhan Kota Gaza di Jalur Gaza pada Selasa (18/8) waktu setempat. Sedikitnya enam warga Palestina, termasuk seorang anak, tewas akibat serangan udara terbaru Israel tersebut.
Sebanyak 12 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Menurut sumber medis dan saksi mata di Gaza, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (19/8/2026), korban tewas dan para korban luka parah dilarikan ke rumah sakit terdekat segera setelah serangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para saksi mata menyatakan bahwa serangan terbaru Israel itu tidak hanya melibatkan sejumlah drone, tetapi juga melibatkan dua rudal.
Militer Israel, dalam pernyataannya, mengklaim bahwa serangannya tersebut menargetkan para komandan kelompok Hamas yang beroperasi di area Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza.
Tel Aviv juga menuduh Hamas sedang merencanakan serangan terhadap pasukan militer Israel.
Laporan Radio Militer Israel, yang mengutip sumber keamanan setempat, mengklaim serangan itu menargetkan empat komandan Hamas yang sedang berkumpul di kafe tersebut.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa target serangan itu mencakup seorang “komandan kompi” Hamas dan tiga “komandan faksi”.
Sejauh ini Hamas belum merilis pernyataan menanggapi klaim Israel tersebut.
Serangan drone tersebut menjadi pelanggaran terbaru Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai diberlakukan pada Oktober tahun lalu.
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran berulang oleh Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata itu telah menewaskan sedikitnya 1.266 warga Palestina dan menyebabkan 4.200 orang lainnya luka-luka.
Secara keseluruhan, lebih dari 73.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 174.000 orang lainnya luka-luka sejak Israel mengobarkan perang terhadap Jalur Gaza pada Oktober 2023, menyusul serangan mengejutkan Hamas.
Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)