Jakarta

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sesumbar soal minyak Iran. Dia mengklaim bisa menguasai minyak Iran seperti yang dilakukan AS terhadap Venezuela.

Sebagai informasi, AS telah terlibat perang dengan Iran sejak 28 Februari. Perang itu dipicu serangan AS dan Israel ke Iran yang menyebabkan Pemimpin Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, gugur.

Iran kemudian membalas dengan menyerang berbagai fasilitas militer AS di negara-negara tetangganya. Iran juga menutup Selat Hormuz hingga memicu harga minyak dunia melambung tinggi.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Perang sempat mereda lewat kesepakatan antara AS dan Iran. Kesepakatan itu tercapai lewat mediasi yang dilakukan Pakistan. Namun, perang kembali pecah setelah Iran dan AS saling tuduh ada pelanggaran. Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan damai telah berakhir.

Iran masih terus melakukan pembatasan ketat di Selat Hormuz. Hal itu membuat harga minyak dunia tak stabil.

Terbaru, Donald Trump mencetuskan AS bisa tetap bertahan di wilayah Iran dan ‘menguasai minyaknya’. Dia membandingkan hal itu dengan langkah AS mengambil alih kendali atas seperlima cadangan minyak Venezuela yang sangat banyak.

Dilansir Reuters, Senin (14/9/2026), hal itu dilontarkan Trump saat berbicara di sela-sela kunjungan ke Irlandia pada Minggu (13/9) waktu setempat. Trump mengatakan dirinya hanya akan menyepakati ‘kesepakatan yang tepat’ dan tidak akan menyetujui kesepakatan yang ‘buruk’.

Dia kembali mengklaim Teheran ‘terus-menerus menghubungi’ Washington untuk melakukan perundingan damai. Klaim tersebut sebelumnya telah dibantah keras oleh Iran.

Trump juga mengemukakan opsi lain, yakni tetap terlibat dengan Iran. Dia membandingkan gagasan ini dengan kesepakatan yang telah dicapai AS dengan Venezuela, yang diumumkan pada Agustus lalu.

“Pada akhirnya kita akan keluar (dari Iran), kecuali jika kita memutuskan untuk tetap bertahan dan menguasai minyaknya seperti di Venezuela,” ucap Trump sambil menambahkan bahwa pendapatan AS dari minyak Venezuela ‘telah membiayai perang berkali-kali lipat’.

Trump juga menegaskan harapannya soal perang melawan Iran akan berakhir tahun ini atau tak lama setelah pemilu sela AS yang dijadwalkan pada November mendatang. Dia menambahkan harga bensin akan ‘anjlok drastis’ begitu perang dengan Iran berakhir.

Komentar serupa telah dilontarkan Trump sebelumnya. Dia sempat mengatakan perang melawan Iran akan berakhir sesaat usai pemilu sela digelar, sebelum kemudian menyebut perang bisa saja berakhir lebih cepat atau sebelum pemilu sela pada November mendatang.

Dilansir The Hill, pemerintahan Trump dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Venezuela agar AS membeli 20% minyak dari North American Blue Energy Partners, perusahaan swasta yang merupakan produsen minyak terbesar kedua di Venezuela, dengan harga sebesar biaya produksinya. Minyak itu kemudian dapat digunakan oleh mengisi Cadangan Minyak Strategis AS yang telah dimanfaatkan oleh pemerintahan Trump dan pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden dalam beberapa tahun terakhir untuk mengatasi kenaikan harga bahan bakar menyusul perang Iran dan invasi Rusia ke Ukraina.

Sikap Venezuela soal Minyak

Diketahui, Trump telah meluncurkan operasi militer yang berujung penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari lalu. Sejak saat itu, para pejabat Venezuela telah berada di bawah tekanan AS.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan negaranya tetap mempertahankan kedaulatan meski ada pengumuman Trump soal minyak. Dilansir Al-Jazeera, Rodriguez mengatakan kesepakatan ‘bersejarah’ dengan Washington untuk menyerahkan 65 miliar barel minyak Venezuela akan berlangsung selama 25 tahun dan memungkinkan Venezuela untuk mengembangkan industri minyaknya sambil tetap mempertahankan ‘kepemilikan dan kedaulatan’ atas sumber dayanya.

Proyek ini ditargetkan dapat mengembangkan 17 ladang minyak strategis dengan target produksi awal 1,5 juta barel per hari. Rencana yang lebih luas juga mencakup pengembangan delapan blok minyak baru sebagai bagian dari perluasan sektor energi negara yang lebih luas.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, USD 19 dari setiap barel minyak yang diproduksi dan dijual ke AS akan mengalir ke Caracas. Pengaturan itu dapat bernilai USD 209 miliar per tahun bagi Venezuela, tergantung pada harga minyak.

Dia menyatakan Venezuela akan tetap memiliki sumber daya alamnya. Dia mengatakan Venezuela akan memanfaatkan modal, teknologi, dan keahlian operasional untuk mendukung pemulihan industri strategis yang terdampak sanksi selama ini.

Halaman 2 dari 3

(haf/haf)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *