
Teheran –
Media pemerintah Iran mengklaim sebuah kapal dagang Iran dihantam di Selat Hormuz hingga menewaskan satu orang. Iran menuduh serangan itu dilakukan oleh teroris.
Dilansir CNN, Minggu (13/9/2026), serangan tersebut terjadi pada Sabtu (12/9). Serangan terjadi bersamaan dengan meningkatnya serangan pemberontak yang didukung Iran di Yaman dan kemajuan upaya mereka untuk menguasai jalur air vital kedua di kawasan itu, yang dapat memberikan tekanan lebih lanjut pada harga minyak global.
Serangan di Hormuz, yang menurut penyiar pemerintah Iran IRIB melukai empat orang lainnya, terjadi pada pagi hari waktu setempat di dekat Pulau Qeshm di selat tersebut. Serangan terjadi sehari sebelum Teheran dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin regional di Oman untuk membahas pengelolaan lalu lintas pengiriman melalui jalur air vital tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengutip gubernur Qeshm yang menyalahkan “musuh teroris” atas serangan tersebut.
AS belum berkomentar tentang serangan yang dilaporkan tersebut. CNN telah menghubungi Komando Pusat AS untuk meminta komentar.
Pasukan AS sebelumnya telah menyerang kapal-kapal berbendera Iran karena AS mempertahankan blokade pelabuhan Iran dan menghadapi ancaman baru rudal balistik Iran yang diluncurkan ke kapal perang AS.
Pulau Qeshm, yang berjarak sekitar 14 mil dari kota pelabuhan Bandar Abbas di Iran, sangat penting bagi Iran untuk menegaskan kendali atas lalu lintas melalui Selat Hormuz yang vital, tempat sekitar 20 juta barel minyak melewati setiap hari sebelum perang. Lalu lintas tetap sekitar 90% di bawah tingkat sebelum konflik.
Secara terpisah, kapal lain terkena proyektil yang tidak diketahui di selat tersebut pada Sabtu malam, menurut Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO).
Lihat Video: Kapal Komersil Iran Diserang di Selat Hormuz, 1 Orang Tewas
(rdp/knv)