Jakarta

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjanjikan dukungan intelijen dan bantuan dalam penentuan target yang signifikan, terkait kelompok Houthi, kepada Arab Saudi. Houthi dilaporkan berhasil menguasai seluruh pesisir Yaman di tepi Selat Bab al-Mandeb, gerbang masuk ke Laut Merah, pada Sabtu (12/9).

Janji itu disampaikan setelah Presiden AS itu dilaporkan menolak permintaan putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), agar AS menyerang Houthi secara langsung.

Sementara itu, pasukan Houthi disebut telah merebut tiga pulau strategis di Laut Merah, yang terletak di tengah jalur pelayaran Selat Bab al-Mandeb. Hal itu membuat Houthi semakin memperkuat cengkeraman atas jalur pelayaran vital yang menghubungkan Eropa dan Asia, via Laut Merah dan Teluk Aden.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (12/9/2026):

– Tolak Serang Houthi, Trump Janjikan Dukungan Intelijen AS ke Arab Saudi

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjanjikan dukungan intelijen dan bantuan dalam penentuan target yang signifikan, terkait kelompok Houthi, kepada Arab Saudi. Hal ini setelah Trump dilaporkan menolak permintaan putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), agar AS menyerang Houthi.

Dituturkan sejumlah sumber yang memahami situasi tersebut, seperti dilansir Al Arabiya, Sabtu (12/9/2026), MBS telah berbicara dengan Trump beberapa kali dalam beberapa hari terakhir saat Riyadh dan Washington berkoordinasi mengenai situasi memanas di Yaman.

Menurut sumber-sumber yang berbicara kepada Al Arabiya English, Trump mengatakan kepada MBS bahwa AS akan memberikan bantuan intelijen dan penentuan target terkait Houthi.

– Houthi Kuasai Selat Bab al-Mandeb yang Vital bagi Pelayaran Global!

Kelompok Houthi dilaporkan berhasil menguasai seluruh pesisir Yaman di tepi Selat Bab al-Mandeb, gerbang masuk ke Laut Merah, pada Sabtu (12/9). Hal ini setelah pasukan Houthi merebut tiga pulau strategis di Laut Merah, yang terletak di tengah jalur pelayaran Selat Bab al-Mandeb, dalam serangan kilat sehari sebelumnya.

Situasi itu membuat Houthi semakin memperkuat cengkeraman atas jalur pelayaran vital yang menghubungkan Eropa dan Asia, via Laut Merah dan Teluk Aden.

Perkembangan situasi ini diperkirakan akan memperparah dampak perang di Timur Tengah terhadap perdagangan internasional, mengingat Arab Saudi telah menutup jalur pipa minyak akibat serangan-serangan yang melanda wilayahnya, ditambah blokade Iran terhadap Selat Hormuz beberapa bulan terakhir.

– Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak Buntut Serangan Drone

Arab Saudi menutup sementara jalur pipa minyak Timur-Barat miliknya setelah jalur ekspor minyak vital tersebut menjadi sasaran serangan drone di tengah meluasnya konflik di Timur Tengah. Serangan drone itu diluncurkan dari wilayah Irak, tetapi dalang di balik serangan itu belum diketahui secara jelas.

Riyadh telah meningkatkan penggunaan jalur pipa Timur-Barat, yang menghubungkan Abqaiq di dekat Teluk dengan pelabuhan Yanbu di Laut Merah, sejak dimulainya perang Timur Tengah untuk menghindari blokade Selat Hormuz oleh Iran.

Saudi yang merupakan eksportir minyak mentah terbesar di dunia, seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (12/9/2026), mengumumkan penutupan sementara saluran minyak vital tersebut menyusul serangan drone, yang menurut Riyadh dan Baghdad, berasal dari wilayah Irak, di mana milisi pro-Iran beroperasi.

– Trump Kaitkan Tragedi 9/11 dengan Perang Iran: Itulah Kenapa Kita Berjuang!

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa AS tidak akan pernah melupakan serangan 11 September 2001 dan menyatakan akan terus “berjuang”, saat berpidato dalam peringatan 25 tahun tragedi 9/11.

Trump, dalam pidatonya, juga berupaya mengaitkan tragedi 9/11 dengan perang melawan Iran. Dia menegaskan bahwa AS akan terus melanjutkan “perang melawan teror”.

Berbicara di Pentagon setelah memilih untuk tidak menghadiri acara peringatan utama di Ground Zero, New York, seperti dilansir AFP, Sabtu (12/9/2026), Trump yang dinaungi Partai Republik ini mengecam “kaum fanatik” di dalam negeri, sebuah pernyataan yang tampaknya ditujukan kepada Partai Demokrat.

– Presiden Iran Bilang Timur Tengah Tak Butuh AS Jadi ‘Polisi Kawasan’

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Timur Tengah tidak membutuhkan Amerika Serikat (AS) untuk menjadi “polisi kawasan”. Hal ini disampaikan di tengah situasi perang yang berlarut-larut, dengan Teheran dan Washington memperebutkan kendali atas Selat Hormuz.

“Kami tidak membutuhkan polisi kawasan,” kata Pezeshkian saat berbicara di sela-sela KTT BRICS yang digelar di India, seperti dilansir AFP, Sabtu (12/9/2026),

“Integritas wilayah dan keamanan kawasan ini hanya dapat dijamin oleh para pemain utamanya dan negara-negara yang berada di dalamnya,” tegasnya, saat berbicara dalam pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, pada Sabtu (12/9).

Tonton juga video “Baku Tembak Tentara Yaman dan Pasukan Houthi”

Halaman 2 dari 2

(nvc/nvc)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *