Jakarta

Mantan Wakil Kepala Staf Militer Israel, Yair Golan, menggugat istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu, atas tudingan pencemaran nama baik. Golan menyebut Sara Netanyahu telah melontarkan fitnah soal teori konspirasi serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

“Teori-teori konspirasi ini tidak muncul begitu saja, melainkan berasal dari pikiran jahat mereka yang berusaha melepaskan diri dari tanggung jawab atas bencana mengerikan tersebut,” bunyi gugatan yang dilayangkan Golan, dilansir AFP, Jumat (11/9/2026).

Gugatan itu dilayangkan ke otoritas Israel pada Kamis (10/9) waktu setempat. Golan melaporkan Sara Netanyahu atas tuduhan pencemaran nama baik dan penghasutan kekerasan.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini berawal saat Sara menuding Golan sudah mengetahui rencana Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023. Golan yang saat ini masih berstatus jenderal militer aktif dianggap mendiamkan hingga serangan tersebut menimbulkan korban jiwa di Israel.

Pernyataan Sara itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan saluran telivisi Israel pada Agustus bulan lalu. Dia menuding Golan mengetahui rencana serangan Hamas, namun tidak melakukan apa-apa untuk mencegahnya.

Perseteruan Golan dan Sara Netanyahu ini terjadi di tengah semakin memanasnya kampanye pemilu Israel yang akan berlangsung akhir bulan depan. Golan diketahui saat ini mendirikan Partai Demokrat Israel yang menjadi oposisi pemerintahan Netanyahu.

Menurut dokumen yang dilayangkan Golan, ia menuntut ganti rugi sebesar 2,5 juta shekel (sekitar 822.000 dolar AS) dan meminta Sara Netanyahu untuk menarik kembali pernyataannya.

Pernyataan Istri Netanyahu

Dalam wawancara televisi yang disiarkan pada Senin (31/8) malam, Sara melontarkan kritikan keras terhadap Mayor Jenderal Yair Golan, mantan Wakil Kepala Staf Militer yang kini memimpin Partai Demokrat berhaluan kiri-tengah di Israel.

Sara melontarkan dugaan bahwa Golan “sudah berpakaian dan bersiap” pada pagi hari tanggal 7 Oktober 2023.

“Sementara pihak-pihak lainnya tidak tahu apa-apa, termasuk perdana menteri,” ucap Sara dilansir AFP, Selasa (1/9).

Wawancara tersebut ditayangkan di Channel 14, saluran televisi yang dikenal dekat dengan pemerintah Israel. Pernyataan yang disampaikan Sara dalam wawancara itu memicu reaksi kemarahan yang cepat dari kubu oposisi Israel.

Partai Demokrat yang menaungi Golan menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan yang disebutnya “keji dan penuh tipu daya” tersebut.

“Menyebarkan teori konspirasi yang menargetkan Mayor Jenderal Yair Golan, dan menodai kepahlawanannya pada 7 Oktober, merupakan tindakan yang melanggar batas yang mengarah pada kegilaan,” kecam Partai Demokrat dalam pernyataan via media sosial X.

Saksikan Live DetikPagi:

(ygs/fas)



Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *