Iran mengklaim bahwa pasukannya telah menebar ranjau laut yang baru di perairan Selat Homuz. Klaim ini disampaikan setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terbaru terhadap Iran, yang diklaim untuk mencegah Teheran menebar ranjau laut di Selat Hormuz.
Selat Hormuz, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (3/9/2026), yang merupakan jalur perairan vital untuk pasokan minyak dan gas global, sebagian besar diblokade oleh Iran selama perang berkecamuk sejak akhir Februari lalu.
“Dalam operasi tadi malam, lebih banyak ranjau laut telah ditebar di sepanjang rute tidak resmi di sebelah selatan Selat Hormuz,” kata juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, pusat komando terpadu militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, dalam pernyataan via media sosial X.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan ini disampaikan di tengah perselisihan sengit antara Teheran dan Washington mengenai kendali atas Selat Hormuz.
Pada Minggu (30/8), pasukan AS menyerang peluncur-peluncur roket milik Iran di Pulau Larak, yang terletak di lepas pantai selatan negara tersebut. Serangan itu disebut bertujuan untuk mencegah Teheran kembali menebar ranjau laut, dengan menggunakan roket, di Selat Hormuz.
Beberapa waktu lalu, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa AS telah menyisir seluruh perairan Selat Hormuz untuk membersihkan ranjau-ranjau Iran, dan memperingatkan tentang “kebijakan nol toleransi” terhadap pemasangan ranjau baru.
Trump juga berulang kali mengklaim bahwa AS memegang kendali penuh atas jalur perairan tersebut.
Pusat Komando AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, juga menyatakan bahwa semua ranjau laut telah dibersihkan dari jalur pelayaran tersebut, dan menepis laporan mengenai kapal tanker yang menabrak ranjau sebagai disinformasi.
Sementara itu, Iran selalu menolak klaim AS soal kendali penuh atas Selat Hormuz. Para pejabat Teheran berulang kali menegaskan bahwa selat tersebut akan tetap ditutup dan aksesnya dibatasi secara ketat, hingga Washington memenuhi persyaratan terkait dengan kesepakatan sementara yang dicapai pada Juni lalu.
Otoritas Teheran juga tetap merahasiakan informasi mengenai ladang ranjau laut di Selat Hormuz, dengan menegaskan bahwa hanya pasukan Iran yang mengetahui lokasi persisnya.
Jumlah ranjau laut yang ditebar dalam operasi terbaru Iran itu tidak diketahui secara jelas.
Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)