Amsterdam

Otoritas Belanda menangkap sebanyak 34 orang, termasuk sejumlah warga negara asing (WNA), menyusul baku tembak yang dilaporkan terkait seorang gembong narkoba ternama. Sedikitnya satu orang tewas dalam baku tembak yang terjadi di pinggiran Belanda, dekat perbatasan Jerman tersebut.

Kepolisian Belanda, seperti dilansir AFP, Rabu (2/9/2026), mengimbau warga di kota Overasselt, bagian timur negara tersebut, untuk tetap berada di dalam rumah dengan pintu dan jendela tertutup. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya tersangka lain yang berkeliaran.

Pada Selasa (1/9) dini hari, sekitar pukul 04.00 waktu setempat, sekelompok pria bersenjata lengkap yang mengenakan penutup wajah atau balaklava mendatangi sebuah rumah di Overasselt, dan melepaskan tembakan. Seorang pria berusia 51 tahun, yang dilaporkan merupakan seorang petugas keamanan, tewas.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Para personel kepolisian yang tiba di lokasi kejadian, menurut juru bicara kepolisian Jolanda Aalbers, langsung mendapat serangan tembakan. Dua personel mengalami luka-luka, namun tidak mengancam nyawa mereka.

Aalbers menambahkan bahwa sejumlah senjata, perangkat penyimpanan data, dan beberapa kendaraan disita dari lokasi kejadian.

Sebanyak 34 orang, termasuk sejumlah warga negara Prancis, Belgia, dan Aljzair, ditangkap menyusul baku tembak tersebut.

Menurut media lokal, baku tembak tersebut kemungkinan terkait dengan jaringan kriminal gembong narkoba Belanda, Jos Leijdekkers, yang juga dikenal dengan julukan “Bolle Jos”.

Leijdekkers merupakan salah satu buronan paling dicari di Belanda, dan sebelumnya pernah divonis bersalah atas keterlibatannya dalam perdagangan kokain internasional. Dia kini diyakini berada di Sierra Leone, Afrika Barat, dan kabarnya menjalin hubungan dengan putri Presiden Julius Maada Bio.

Laporan surat kabar lokal Het Parool menyebutkan bahwa baku tembak itu dipicu oleh konflik terkait ratusan kilogram kokain yang diduga diselundupkan oleh komplotan Leijdekkers.

Wakil kepala jaksa wilayah setempat, Monique Vinkesteijn, mengatakan kepada wartawan bahwa penembakan di rumah yang sama terjadi tahun lalu akibat “konflik berkepanjangan”, namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut karena penyelidikan masih berlangsung.

Vinkesteijn hanya menyebut bahwa kelompok yang saat ini ditahan merupakan “jaringan internasional”.

Para tersangka yang ditahan menghadapi berbagai tuduhan, mulai dari pembunuhan hingga rencana penculikan. “Ada kemungkinan akan ada penangkapan lanjutan,” ucap Vinkesteijn dalam pernyataannya.

Halaman 2 dari 2

(nvc/ita)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *