Amerika Serikat (AS) berencana melancarkan serangan darat menargetkan kartel-kartel narkoba di kawasan Amerika Latin. Langkah ini memperluas operasi serangan udara AS yang menyasar kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di perairan internasional.
Rencana serangan darat terhadap kartel narkoba ini, seperti dilansir AFP, Jumat (14/8/2026), diungkapkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth saat melakukan kunjungan ke Panama pekan ini.
Sejak September 2025, pemerintahan Presiden AS Donald Trump melancarkan operasi pengeboman militer terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di wilayah Karibia dan Pasifik Timur. Rentetan pengeboman itu menewaskan sedikitnya 215 orang sejauh ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi semacam itu menuai kritikan tajam karena dianggap sebagai tindak pembunuhan di luar proses hukum.
Saat berbicara kepada wartawan di Panama, Hegseth mengatakan bahwa rencana operasi antinarkoba yang melibatkan serangan darat ini masuk dalam agenda aliansi 19 negara yang dipimpin oleh Trump. Dia menyebut operasi ini dapat diperluas ke wilayah mana pun yang menjadi tempat geng-geng narkoba beroperasi.
AS, menurut Hegseth, berharap dalam mengerahkan pasukan bersama negara-negara sekutunya dengan “kemampuan operasional seperti yang terlihat dalam serangan-serangan terhadap kapal-kapal narkoba” di kawasan Karibia dan Pasifik.
“Dampaknya di darat pun akan sama, oleh karena itu, kami bekerja sama dengan Ekudaor, kami bekerja sama dengan Kolombia, kami bekerja sama dengan mitra-mitra untuk memerangi DTO (organisasi penyelundup narkoba) di darat,” ucap Hegseth saat berbicara dari sebuah lokasi yang tidak disebutkan namanya di tengah hutan Panama, pada Rabu (12/8) malam.
Menhan AS ini berkunjung ke Panama untuk mengikuti latihan militer gabungan tahunan yang melibatkan lebih dari 20 negara.
“Di mana pun Anda menyelundupkan narkoba atau mengancam rakyat Amerika atau mitra-mitra kami, Anda adalah target, sama seperti ISIS atau Al-Qaeda,” tegas Hegseth memperingatkan para kartel narkoba.
Latihan militer gabungan melibatkan Koalisi Amerika Melawan Kartel ini menghimpun negara-negara dengan pemerintahan sayap kanan, seperti Argentina, Bolivia, Chile, Kolombia, Ekuador, Honduras, dan Peru.
Meksiko yang memiliki pemerintahan berhaluan sayap kiri, tidak tergabung dalam koalisi tersebut, meskipun negara itu menjadi basis bagi kartel-kartel narkoba yang kuat dan berpengaruh.
Hegseth, dalam pernyataannya, kembali membela serangan AS terhadap kapal narkoba di Amerika Latin yang menuai banyak kritikan dan kecaman.
“Kami akan mendekat dan menghancurkan jaringan-jaringan ini dengan mengerahkan seluruh kemampuan pemerintah Amerika,” tandasnya.
Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)