
Jakarta –
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengecam keras serangan kelompok pemberontak Houthi ke Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu pagi. Pemerintah Yaman menyebut serangan itu sebagai “pelanggaran nyata” atas kedaulatan Saudi.
Dilansif Aljazeera, Minggu, (20/9/2026), Kementerian Luar Negeri Yaman dalam keterangannya menganggap kelompok Houthi bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kemlu Yaman menambahkan, pihaknya “juga menganggap rezim Iran bertanggung jawab karena terus memberikan dukungan militer kepada kelompok itu dan memungkinkannya melanjutkan serangan demi kepentingan agenda regional Iran”.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga menyatakan dukungan terhadap langkah apa pun yang diambil oleh Arab Saudi dan pasukan koalisi pimpinan Saudi untuk “menangkal serangan dan melindungi keamanan kerajaan”.
Diketahui, Yaman bergabung dengan Mesir, Yordania, Bahrain, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dalam mengecam serangan tersebut. Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menerima dukungan militer dan koalisi yang berkelanjutan dari Arab Saudi.
Riyadh Jadi Target Serangan Houthi
Sebelumnya, ledakan terdengar di Riyadh pada hari Sabtu waktu setempat. Ledakan terdengar setelah otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara menyusul ancaman serangan dari kelompok Houthi pro-Iran di Yaman.
“Wilayah ini berada di bawah ancaman udara musuh,” demikian bunyi pesan peringatan yang diterima oleh para penduduk di ibu kota Arab Saudi dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/9/2026).
Ini merupakan pertama kalinya ibu kota terdampak secara langsung sejak konflik di negara tetangga, Yaman, kembali memanas pada bulan Juli.
Kelompok Houthi di Yaman, pada Jumat (18/9) menyatakan bahwa Arab Saudi telah melancarkan 26 serangan ke wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali mereka dalam 24 jam terakhir, seiring sengitnya bentrokan antara kelompok pro-Iran tersebut dan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh dalam perang saudara yang kembali membara.
Kelompok tersebut menyebutkan bahwa jumlah serangan Arab Saudi kepada mereka telah mencapai 300 kali selama sepekan terakhir, dan menargetkan berbagai wilayah di Yaman yang dikuasai Houthi.
(yld/gbr)