Manila

Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di wilayah Filipina bagian selatan pada Jumat (18/9) waktu setempat. Sedikitnya satu orang tewas dan empat orang lainnya mengalami luka-luka dalam penembakan tersebut.

Insiden ini menyusul dua insiden penembakan yang melanda sekolah-sekolah di wilayah selatan negara tersebut sejak Juni lalu. Sebelum itu, penembakan di sekolah tergolong kejadian yang langka di Filipina.

Departemen Pendidikan Filipina, seperti dilansir Reuters, Jumat (18/9/2026), menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan penembakan di kota Banga, Cotabato Selatan.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Gubernur Provinsi Cotabato Selatan, Reynaldo Tamayo, mengatakan kepada Reuters bahwa sedikitnya satu orang tewas dan empat orang lainnya luka-luka.

Namun Tamayo tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai pelaku penembakan maupun identitas para korban.

Pihak kepolisian setempat telah mengonfirmasi terjadinya penembakan di wilayah tersebut.

Insiden penembakan di Cotabato Selatan ini terjadi setelah bulan lalu, seorang siswa menyiarkan langsung, via live-streaming online, aksinya melakukan penembakan hingga menewaskan seorang siswa lainnya di dalam ruang kelas di sebuah sekolah di Zambaonga. Siswa pelaku penembakan itu kemudian mengakhiri hidupnya sendiri.

Pada Juni, sedikitnya tiga siswa tewas dan sekitar 20 orang lainnya luka-luka dalam penembakan di sebuah sekolah menengah negeri di area Tacloban. Dalam insiden itu, dua siswa yang merupakan teman sekelas melepaskan tembakan di lingkungan sekolah.

Filipina memiliki aturan kepemilikan senjata api yang relatif ketat, termasuk persyaratan pemeriksaan latar belakang dan evakuasi psikologis, meskipun senjata api ilegal masih banyak beredar.

Halaman 2 dari 2

(nvc/imk)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *