
Jakarta –
Kelompok Houthi meluncurkan pesawat nirawak atau drone ke wilayah Arab Saudi, tepatnya di dekat Mekkah. Drone tersebut berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi.
Dilansir Anadolu Agency, Rabu (16/9/2026), serangan drone terjadi pada Selasa (15/9) pukul 18.50 waktu setempat. Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki al-Malki, mengatakan drone berhasil dicegat sebelum memasuki wilayah udara terlarang dan puing-puingnya jatuh di sebelah selatan kota tersebut.
Al-Malki menyebut insiden ini sebagai upaya kedua Houthi untuk menargetkan Mekkah. Kelompok tersebut sebelumnya sempat meluncurkan rudal balistik ke Mekkah pada 27 Juli 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan bahwa keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah merupakan “garis merah,” seraya berjanji bahwa koalisi akan mengambil langkah-langkah untuk mencegah serangan lebih lanjut.
Insiden ini terjadi sehari setelah koalisi menyatakan bahwa 13 warga sipil terluka akibat serangan rudal dan drone oleh Houthi di Khamis Mushait, Abha, dan Taif, yang juga menyebabkan kerusakan pada tujuh rumah dan dua kendaraan.
Konfrontasi antara pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan kelompok Houthi telah meningkat sejak awal Juli, setelah sempat mengalami masa tenang selama beberapa tahun.
Negara tersebut telah dilanda perang sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan beberapa provinsi pada tahun 2014, sebelum koalisi Arab pimpinan Saudi melakukan intervensi pada tahun 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Seperti diketahui, Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan darurat yang memperkirakan adanya potensi serangan di sejumlah wilayah, termasuk kota suci Mekkah dan kota terbesar kedua, Jeddah. Peringatan itu menyusul serangkaian serangan selama sepekan terakhir oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran, yang kian menyeret negara itu ke dalam konflik Timur Tengah.
Dilansir Reuters, Selasa (15/9), peringatan tersebut segera dicabut tak lama dikeluarkan. Otoritas Saudi tidak melaporkan adanya proyektil yang jatuh, ataupun adanya pihak yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan itu.
Peringatan kali ini mencakup wilayah terluas sejak eskalasi konflik pekan lalu; bunyi sirene peringatan di Mekkah pun menjadi yang pertama kalinya terjadi selama perang ini di kota tersebut, yang merupakan lokasi situs-situs suci bagi seluruh umat Muslim
(ygs/yld)