Otoritas Lithuania mengumumkan bahwa dugaan penampakan drone misterius di wilayah udaranya pada Minggu (13/9) waktu setempat, ternyata hanyalah kawanan burung. Objek diduga drone itu sempat memicu penutupan Bandara Vilnius dan pengerahan setidaknya satu jet tempur aliansi NATO.
Pusat Manajemen Krisis Nasional Lithuania, seperti dilansir Reuters, Senin (14/9/2026), mengatakan bahwa status siaga udara, yang sempat dirilis saat penampakan objek diduga drone terdeteksi pada Minggu (13/9) waktu setempat, telah dicabut.
Bandara yang ada di Vilnius, ibu kota Lithuania, juga telah dibuka kembali dalam waktu 38 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu setelah sebuah jet tempur NATO, yang dikerahkan untuk memeriksa objek di udara tersebut, berhasil melakukan identifikasi visual.
“Berdasarkan pembacaan awal radar, tanda-tanda yang dihasilkan oleh kawanan burung dan drone bisa terlihat serupa,” sebut Pusat Manajemen Krisis Nasional Lithuania dalam pernyataannya.
Lithuania merupakan negara di kawasan Baltik, Eropa, dan salah satu anggota aliansi NATO.
Pusat Manajemen Krisis Nasional Lithuania menyebutkan bahwa jet tempur NATO itu dikerahkan dari pangkalan Siauliai, Lithuania bagian utara, yang menjadi lokasi pengerahan pasukan Angkatan Udara Italia sebagai bagian dari misi Pertahanan Udara Baltik NATO.
Misi pertahanan udara NATO itu menyusul terdeteksinya sejumlah drone militer asing di dalam wilayah udara sejumlah negara Baltik, mulai dari Finlandia, Estonia, Latvia, dan Lithuania.
Hal itu memicu kekhawatiran bahwa perang yang terus berkecamuk di Ukraina akan meluas hingga ke perbatasan utara NATO dengan Rusia.
Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)