Jakarta

Menteri Pertama Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara dilaporkan akan bertemu dalam waktu dekat di Cardiff, Ibu Kota Wales, hari ini. Dalam pertemuan itu mereka disebut akan membahas kemungkinan mereka ‘keluar’ dari Britania Raya.

Dilansir Anadolu Agency, Senin (14/9/2026), Menteri Pertama Skotlandia John Swinney, Menteri Pertama Wales Rhun ap Iowerth, dan Menteri Pertama Irlandia Utara Michelle O’Neill diperkirakan akan menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan kerja sama lebih erat dalam isu-isu ekonomi, energi, Eropa, dan konstitusi.

Presiden Sinn Fein Irlandia, Mary Lou McDonald, juga dijadwalkan hadir dalam pertemuan puncak di Cardiff tersebut.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Kesepakatan itu diperkirakan akan menyatakan bahwa Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara memiliki hak untuk menentukan masa depan konstitusional mereka sendiri melalui cara-cara demokratis. Pertemuan ini berlangsung di tengah perdebatan yang kembali mengemuka mengenai kemerdekaan Skotlandia dan reunifikasi Irlandia.

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan “sangat senang” melihat Irlandia dan Irlandia Utara bersatu. Dia juga menyarankan agar penyatuan itu “sebaiknya terjadi sekarang saja” saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin di Dublin pada Sabtu (12/9).

“Saya tidak ingin menimbulkan masalah, tetapi saya katakan kepada Anda, saya ingin sekali melihatnya bersatu,” ujar Trump saat itu.

“Menurut saya, itu akan menjadi pencapaian luar biasa bagi semua pihak jika hal itu terjadi. Anda tahu? Menurut pandangan saya, hal itu pada akhirnya akan terjadi. Jadi, sebaiknya terjadi sekarang saja,” imbuhnya.

Berdasarkan Good Friday Agreement, referendum mengenai status konstitusional Irlandia Utara dapat diadakan jika terdapat indikasi kuat bahwa mayoritas penduduk akan memilih agar wilayah tersebut keluar dari Inggris Raya dan menjadi bagian dari Irlandia yang bersatu.

Harapan Skotlandia

Swinney mengatakan bahwa fakta bahwa Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara kini dipimpin oleh partai-partai pro-kemerdekaan merupakan perkembangan signifikan dalam perdebatan mengenai masa depan Inggris Raya.

“Untuk pertama kalinya, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara dipimpin oleh menteri pertama yang pro-kemerdekaan,” kata Swinney, seraya berpendapat bahwa perkembangan ini menunjukkan adanya peningkatan dukungan terhadap perubahan konstitusi.

Pemimpin Skotlandia itu mengatakan ia berharap diskusi di Cardiff akan berfokus pada kerja sama antarwilayah serta pendekatan masing-masing pihak terhadap kemerdekaan.

Respons PM Inggris

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Inggris, Andy Burnham, mengatakan bahwa referendum kemerdekaan Skotlandia lainnya dapat digelar jika terdapat “konsensus yang jelas” di Skotlandia yang mendukung diadakannya referendum tersebut.

Namun, Burnham kemudian menyurati Swinney untuk menegaskan kembali sikap pemerintah bahwa referendum kemerdekaan lainnya tidak akan didukung sebelum pemilihan umum berikutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini tidak ada konsensus untuk referendum kemerdekaan lainnya di Skotlandia, serta tidak ada bukti jelas bahwa mayoritas penduduk Irlandia Utara ingin keluar dari Inggris Raya.

Simak juga Video ‘Pemerintah Tawarkan Opsi 45 Penerima Beasiswa Garuda di AS Pindah ke UK’:

Halaman 2 dari 2

(zap/yld)







Source link

By cjhwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *