
Baghdad –
Arab Saudi menutup sementara jalur pipa minyak Timur-Barat miliknya setelah jalur ekspor minyak vital tersebut menjadi sasaran serangan drone. Sementara itu, Irak mengatakan pasukan keamanan menyita platform peluncuran drone yang diduga digunakan dalam serangan itu.
Dilansir Reuters, Minggu (13/9/2026) dalam pernyataan yang diterbitkan oleh Kantor Berita Irak (INA) yang dikelola negara pada hari Sabtu (12/9), Kepala Komunikasi Keamanan Irak, Letnan Jenderal Saad Maan mengatakan bahwa satuan tugas intelijen dan keamanan telah melacak dan menyita peralatan peluncuran tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa para ahli forensik dan teknis terus bekerja untuk mengidentifikasi pelaku di balik serangan tersebut. Adapun panglima tertinggi Irak telah menyetujui permintaan Iran untuk bergabung dalam penyelidikan dan meninjau temuannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baghdad juga berkomunikasi langsung dengan otoritas Saudi untuk berbagi informasi intelijen.
“Irak menganut prinsip ‘kedaulatan preventif’, yang berarti tidak hanya mencegah serangan di wilayah kami, tetapi juga tidak membiarkan tanah kami menjadi landasan peluncuran melawan negara lain, atau bagi Irak untuk menjadi bagian dari perang proksi,” katanya, seperti dikutip oleh INA.
Beberapa orang terluka setelah sejumlah drone yang diluncurkan dari Irak menghantam pipa minyak Timur-Barat di wilayah Riyadh dan Madinah pada hari Kamis, kata otoritas Saudi. Pipa tersebut, yang mengangkut sekitar 4 hingga 5 persen pasokan minyak global dan memungkinkan Arab Saudi untuk menghindari Selat Hormuz, ditutup sebagai tindakan pencegahan.
Kerajaan itu juga mengatakan telah memutuskan untuk tidak membalas untuk saat ini, setelah permintaan dari Baghdad.
Otoritas Saudi melacak lokasi peluncuran ke provinsi Maysan di Irak tenggara, sebuah wilayah dekat perbatasan Iran di mana milisi yang bersekutu dengan Iran telah lama mempertahankan kehadirannya.
Lihat juga Video: Milisi Pro-Iran Ancam Balas AS dan Arab Saudi Usai Serangan Mematikan
(rdp/knv)